Prabowo Diserang Soal Reshuffle, Rizal Fadillah: Budek, Tuli, dan Nir-Perasaan!

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Reshuffle Kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini dianggap tidak mendengarkan aspirasi publik.
Orang nomor satu di Indonesia itu bahkan disebut seolah-olah buta dan tuli atas apa yang terjadi di lapangan.
Pejabat yang terus dibanjiri kritik justru aman pada posisinya. Begitu juga dengan mereka yang ditempatkan tidak sesuai dengan latar belakang keilmuannya.
Harapan Masyarakat Pupus di Tangan Prabowo
Pemerhati Politik dan Kebangsaan, M Rizal Fadillah mengatakan, ketika isu rehuffle santer menggelinding di berbagai media, masyarakat berharap ada pertobatan Prabowo atas kesalahan atau kelemahannya selama ini.
“Ada upaya perbaikan signifikan dalam pengelolaan pemerintahan melalui penggantian pejabat di lingkungannya,” ujar Rizal kepada fajar.co.id, Rabu (29/4/2026).
“Lalu Prabowo siap bergerak maju meski berjuta kontroversi menyertainya,” tambahnya.
Hanya saja, lanjut Rizal, semua yang diharapkan publik harus pupus. Prabowo masih mempertahankan anak buahnya yang sering terlibat kontraversial.
“Prabowo itu super hati hati untuk tidak menyebut penakut dengan reshuffle empret-empret. Reshuffle main-main, tak bermutu dan jauh dari harapan masyarakat,” tukasnya.
“Budek, tuli, terikat, nir-perasaan, serta hanya memikirkan diri dan kelompoknya semata. Tidak nampak tindakan nyata untuk berbuat demi kepentingan rakyat,” sesal Rizal.
Prabowo Dianggap Sulit Mencari Sosok Berkompeten
Rizal kemudian menguliti satu persatu pejabat yang dilantik Prabowo. Seperti M. Qodari, dikenal sebagai penggagas Jokowi tiga periode kala itu.
Source link
