News

Kapal Honour 25 Dibajak di Somalia, Perompak Terus Tekan Kru agar Tebusan Dibayar



PORTALUTAMA.NET, GOWA — Eleora Kamaya Lekon, rekan seangkatan Ashari Samadikun (33), mengungkap bahwa para perompak terus melakukan intimidasi agar permintaannya dipenuhi.

Beruntungnya, para perompak tersebut juga memiliki latar belakang agama yang sama dengan mayoritas kru kapal Honour 25.

Hal ini diungkapkan Eleora saat ditemui di kediaman Ashari di Desa Paccellekang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sabtu (25/4/2026) kemarin.

“Untungnya para perompak tidak mengintimidisi sandera di atas, dia memberikan kebebasan untuk komunikasi. Itu diberikan waktu dalam satu hari, dua atau tiga kali (komunikasi),” ujar Eleora.

Kendati demikian, Eleora mengungkapkan bahwa tetap ada ketegangan terutama ketika para perompak meminta tebusan.

“Itu mungkin kalau ada kesalahpahaman (Mengancam menembak) atau dari pihak ownernya mungkin diintimidasi lagi sandera. Kita tidak tahu bagaimana situasi di atas kalau tiba-tiba berubah,” tukasnya.

Negosiasi Alot dengan Perompak

Diceritakan Eleora, negosiasi dengan para perompak ini terbilang alot. Setelah sebelumnya memberikan tenggat waktu dua kali 24 jam, kini berubah kembali.

“Kita masih menunggu info rekan Ashari untuk memberikan informasi bagaimana negosiasinya dan sampai hari keberapa,” Eleora menuturkan.

“Karena ini sudah masuk hari ke 3 sejak tanggal 21 april kemarin kejadian,” tambahnya.

Kata dia, biasanya jika terjadi insiden serupa maka pihak yang paling bertanggungjawab adalah owner atau perusahaan.

“Jika terdapat kendala negara di atas kapal itu dikembalikan lagi nanti kru-kru dari negara asal memberitahukan bagaimana mendapatkan pertolongan keamanan,” imbuhnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *