News

Demo Besar di Samarinda Berujung Ricuh, Ini 3 Tuntutan Utama Mahasiswa



PORTALUTAMA.NET, SAMARINDA — Demonstrasi besar-besaran yang melibatkan ribuan masyarakat dan mahasiswa mengguncang Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (21/4/2026) kemarin.

Aksi yang bergerak dari Gedung DPRD Kaltim hingga Kantor Gubernur itu sempat memanas dan berakhir ricuh pada sore hari.

Di balik aksi tersebut, sejumlah fakta yang menjadi perhatian publik. Mulai dari tuntutan massa terhadap pemerintah daerah, respons politik DPRD, hingga situasi panas di depan Kantor Gubernur.

Aksi diikuti beragam elemen, mulai dari mahasiswa hingga kelompok masyarakat sipil.

Massa lebih dulu berkumpul di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center sebelum bergerak secara konvoi menuju Gedung DPRD Kalimantan Timur.

Sejak pagi, kawasan sekitar lokasi aksi dipadati peserta demonstrasi yang datang membawa spanduk dan menyuarakan tuntutan secara bergantian.

Tiga Tuntutan Utama Disuarakan

Dalam aksi tersebut, demonstran menyampaikan tiga tuntutan utama.

Mereka meminta evaluasi terhadap kebijakan pemerintah provinsi, penghentian praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta penguatan fungsi pengawasan DPRD.

Selain itu, massa juga menyoroti sejumlah kebijakan anggaran yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.

Bukan hanya isu umum, para demonstran secara khusus mengkritisi beberapa pos belanja daerah.

Di antaranya pengadaan mobil dinas dan renovasi rumah jabatan yang dinilai tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat.

Orasi dari berbagai perwakilan massa terus berlangsung sepanjang jalannya demonstrasi.

Tujuh Fraksi DPRD Setuju Hak Angket



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *