Nicho Silalahi Soroti Video Ceramah JK Dipotong: Kalau Buni Yani Dipenjara, yang Ini Kapan?

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Polemik potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), terus bergulir dan memicu reaksi publik. Pegiat media sosial Nicho Silalahi ikut angkat suara, mempertanyakan pihak yang diduga memotong video hingga memicu kontroversi.
Isu ini mencuat setelah potongan ceramah JK ramai beredar dan berujung laporan dugaan penistaan agama ke Polda Metro Jaya.
Nicho menilai, kasus tersebut memiliki kemiripan dengan perkara lama yang pernah menjerat Buni Yani. Ia menyinggung soal penegakan hukum yang harus berlaku adil tanpa tebang pilih.
“Dulu Buni Yani dipenjara karena potong video yang berisi narasi Ahok,” ujar Nicho, Minggu (19/4/2026).
Ia kemudian mempertanyakan tindak lanjut hukum terhadap pihak yang diduga melakukan hal serupa pada video JK.
“Lalu kapan para termul jahanam itu dipenjara karena potong video yang berisi narasi Jusuf Kalla?” cetusnya.
Menurut Nicho, jika praktik pemotongan video yang menimbulkan persepsi publik pernah diproses hukum, maka seharusnya prinsip yang sama juga diterapkan pada kasus saat ini.
Di tengah polemik tersebut, Jusuf Kalla juga memberikan respons tegas. Ia sebelumnya menyampaikan kekesalannya setelah namanya ikut diseret dalam berbagai isu, termasuk polemik ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Dalam pernyataannya, JK menegaskan dirinya tidak terlibat dalam isu yang berkembang, sekaligus menyoroti bagaimana berbagai tuduhan kini menyeret banyak pihak.
Tak hanya itu, JK juga sempat menyinggung perannya dalam perjalanan politik Jokowi hingga menjadi presiden.
Source link
