News

Menghidupkan Tradisi Mappadekko Lewat Gelar Zine di Bulukumba: Upaya Melestarikan Identitas Lokal



PORTALUTAMA.NET, BULUKUMBA — Gelar Zine yang diadakan di Bontonyeleng, Bulukumba pada Jumat (3/4/2026) menjadi momen penting untuk menghidupkan kembali tradisi Mappadekko yang mulai terlupakan di tengah derasnya arus modernisasi.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang dokumentasi, tetapi juga sebagai upaya mengarsipkan nilai-nilai budaya lokal yang selama ini luput dari perhatian publik.

Gelar Zine sebagai Media Pelestarian Budaya

Acara yang berlangsung sejak pukul 15.30 WITA hingga menjelang maghrib tersebut mengajak peserta untuk membuat zine dengan tema Mappadekko.

Format “bikin-bikin zine” ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendokumentasikan cerita, pengalaman, serta nilai-nilai yang jarang mendapatkan sorotan dalam catatan sejarah resmi.

Inisiatif ini merupakan bagian dari program “April Bulukumba Membaca” yang berupaya mengubah perspektif masyarakat terhadap daerahnya.

Bulukumba tidak hanya dikenal sebagai kampung halaman perahu Pinisi, melainkan juga sebagai pusat kesadaran literasi dan produksi pengetahuan.

Nilai Lokal yang Terus Bertahan

Alif, salah satu peserta Gelar Zine, menegaskan bahwa banyak kisah kecil dan pengalaman sehari-hari yang tidak mendapatkan ruang untuk disampaikan.

Menurutnya, nilai-nilai lokal tetap bertahan meski zaman terus bergerak cepat dan tradisi Mappadekko tidak boleh dilupakan begitu saja.

“Ada cerita-cerita kecil yang jarang mendapat ruang. Ada pengalaman hidup yang berlangsung tanpa sorotan. Pun, ada nilai-nilai lokal yang tetap bertahan meski zaman terus bergerak cepat. Dan seharusnya tradisi Mappadekko bukan menjadi lupa,” katanya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *