Faldo Maldini Minta Anak Muda Tak Takut, Guntur Romli: Gibran Tak Mewakili Siapa Pun

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Polemik pengakuan dan penyetaraan ijazah luar negeri milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memicu silang pendapat sengit antara Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Faldo Maldini, dengan Juru Bicara PDI Perjuangan (PDIP), Guntur Romli.
Faldo Maldini meminta agar perdebatan mengenai ijazah Gibran tidak membuat anak muda lulusan sekolah luar negeri merasa khawatir dalam menempuh jalur pendidikan serupa. Ia menyebut metode pendidikan yang diambil Gibran juga lazim ditempuh oleh kader dari partai politik lain.
“Jangan bikin anak-anak muda menemui hal serupa. Banyak kok kader PDIP dan PKS yang ikut jalur pathway seperti Mas Gibran,” kata Faldo Maldini, dikutip Selasa (27/10/2026).
Menanggapi pernyataan Faldo, Juru Bicara PDIP Guntur Romli menegaskan bahwa persoalan utama bukan terletak pada jalur pendidikan luar negeri yang diambil, melainkan pada kejelasan penerpan aturan serta pentingnya menjaga kepercayaan publik.
“Kalau kita bicara aturan, tapi aturan sudah dibengkokkan, kita harus pulihkan kepercayaan masyarakat. Asal aturan jangan dimanipulasi seperti yang dilakukan Gibran,” kata Guntur.
Guntur menolak keras anggapan bahwa polemik yang membelit Gibran mewakili problematika yang dihadapi oleh seluruh lulusan institusi pendidikan luar negeri. Menurutnya, mayoritas lulusan luar negeri telah menjalani prosedur penyetaraan resmi sesuai aturan karena mengantongi dokumen yang sah.
“Gibran ini enggak mewakili siapa pun. Banyak kok lulusan luar negeri yang ikut penyetaraan, tapi karena dia lulus dan punya ijazah asli. Kalau Gibran enggak punya, jangan bawa-bawa lulusan anak luar negeri. Gibran itu enggak mewakili anak muda lain,” ujarnya.
Lebih lanjut, Guntur menyoroti adanya dugaan keistimewaan atau privilese dalam durasi penanganan administrasi penyetaraan ijazah Gibran jika dibandingkan dengan proses yang harus dilalui oleh masyarakat umum.
“Dia anak presiden, punya privilese. Coba kalian tanya proses penyetaraan berapa lama? Tiga minggu, Gibran itu cuma sehari. Jutaan anak muda enggak akan pernah dapat privilese kayak Gibran,” tegas Guntur.
Perbedaan pandangan ini memperlihatkan perdebatan tajam antara PSI dan PDIP. PSI menekankan perlindungan agar iklim pendidikan internasional bagi generasi muda tidak terdampak stigma negatif, sementara PDIP terus mendorong transparansi, akuntabilitas, serta kesetaraan kedudukan di hadapan hukum dan aturan administrasi negara.
(zak/fajar)
Source link
