Di Tengah Polemik Jokowi-Gibran, Dirjen Saintek Beri Pesan Penting soal Ijazah

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pernyataan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Ahmad Najib Burhani menarik perhatian publik di tengah polemik ijazah yang menimpa Presiden ke-7, Jokowi, dan anaknya yang saat ini menjabat Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka.
Dikatakan Najib, wisuda bukan sekadar seremoni menerima ijazah dan merayakan keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi.
Di balik selembar dokumen kelulusan itu, ada tanggung jawab baru yang menanti para lulusan ketika memasuki kehidupan di luar kampus.
Pesan tersebut disampaikan Najib kepada para wisudawan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dalam Wisuda ke-48, Sabtu (24/10/2026).
Di hadapan para lulusan, Najib mengajak mereka memaknai ijazah bukan sebagai penanda berakhirnya perjuangan akademik, melainkan sebagai awal untuk mengabdikan ilmu dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Ijazah yang akan kalian miliki sebetulnya adalah surat tugas,” ujar Najib, dikutip fajar.co.id pada Sabtu malam.
Menurutnya, kelulusan memang menjadi pencapaian penting setelah mahasiswa melewati berbagai proses pembelajaran, mulai dari perkuliahan, tugas, ujian, hingga penelitian.
Namun, keberhasilan tersebut baru akan menemukan maknanya ketika ilmu yang diperoleh mampu diterapkan dalam kehidupan nyata.
Ijazah Diibaratkan Surat Izin Mengemudi
Untuk menjelaskan pesan tersebut, Prof. Najib mengibaratkan ijazah seperti surat izin mengemudi.
Seseorang yang telah memiliki SIM memang memenuhi syarat untuk berkendara, tetapi kemampuan sesungguhnya baru teruji ketika menghadapi kondisi jalan yang beragam.
Begitu pula dengan lulusan perguruan tinggi. Gelar akademik menjadi bekal awal, sedangkan kemampuan menghadapi persoalan, menentukan langkah, dan beradaptasi dengan perubahan akan diuji setelah mereka meninggalkan bangku kuliah.
“Kalian harus bisa bernavigasi di dalam berbagai kemacetan, di dalam kondisi ketidakpastian ketenagakerjaan dan sebagainya, mengambil keputusan yang bijak dan bertahan saat menghadapi tantangan akan diuji langsung nanti setelah ini,” jelasnya.
Najib mengingatkan bahwa kehidupan setelah kuliah tidak selalu berjalan sesuai teori yang dipelajari di ruang kelas.
Para lulusan akan berhadapan dengan berbagai situasi yang menuntut ketahanan diri, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan, serta kemampuan untuk terus menyesuaikan diri.
Karena itu, penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan teknis perlu berjalan beriringan dengan integritas, karakter, kepemimpinan, dan kemauan untuk terus belajar.
Source link
