BusinessNews

Binus University Dorong Mahasiswa Lahirkan Ide Inovatif Lewat Kompetisi Binus Startup Vaganza 2026


Kompetisi Binus Startup Vaganza 2026 mendorong mahasiswa untuk melahirkan ide bisnis inovatif, dan memperkuat ekosistem kewirausahaan di Indonesia. Acara tersebut dirancang sebagai wadah mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis dari tahap konsep hingga implementasi.

Melalui Binus Incubator dan Binus Entrepreneurship Center, Binus Incubator Manager Aloysius B. Gunawan mengatakan, kompetisi itu pun terbuka untuk umum di level universitas. “Pesertanya benar-benar dari Aceh sampai Papua. Ada pesertanya dari situ,” kata Aloysius di Aloft by Marriott, Jakarta pada Jumat (23/10).

Dari sisi penyelenggaraan, kata Aloysius, pihaknya mencatat sebanyak 1.194 mahasiswa yang berpartisipasi. Dari angka tersebut, peserta terbagi dalam 3 kategori kompetisi yakni Business Idea Competition dengan 477 mahasiswa, Business Plan Competition dengan 282 mahasiswa, dan Business Competition sebanyak 435 mahasiswa.

Dari jumlah itu, kata Aloysius, sebanyak 30 kelompok masuk dalam tahap final yang diselenggarakan pada 23-24 Oktober 2026. Secara umum, Binus University merancang ketiga kategori untuk mengakomodasi tahapan pengembangan bisnis yang berbeda.

Semisal, kata Aloysius, kategori Business Idea Competition untuk mahasiswa yang mengembangkan, dan merepresentasikan gagasan bisnis inovatif. Selanjutnya, Business Plan Competition fokus pada perencanaan bisnis dengan dukungan prototipe yang telah dikembangkan, dan  Business Competition ditujukan untuk mahasiswa yang memiliki produk, serta telah berbisnis minimal 6 bulan.

“Kalau di (kategori) ide, berarti idenya yang menarik. Kalau di business plan, business plan yang harapannya bisa berlanjut. Kalau di bisnis kompetisi, yang usahanya sudah jalan, dan harapannya bisa lanjut ke tahap berikutnya,” ujar Aloysius.

Pada hari pertama final, kata Aloysius, mahasiswa diberi kesempatan untuk menampilkan ide, produk, prototipe, dan bisnis yang dikembangkan. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi bisnis di hadapan dewan juri pada 24 Oktober 2026.

Dalam sesi itu, kata Aloysius, setiap kelompok diberi kesempatan presentasi selama 5 menit, dan 10 menit untuk sesi tanya jawab. Selain menjadi wadah inovasi, Binus juga akan mendampingi para pemenang untuk memastikan bisnis yang dijalankan tetap berlanjut, dan tidak hanya sebatas kompetisi.

Mengenai hal itu, kata Aloysius, pihaknya memiliki skema pelatihan dari para mentor industri yang ahli dalam tiap-tiap bidangnya.

“Mulai dari tahap awal, kemudian ada pendampingan. Pendampingan itu kita bikin mekanisme coaching, mekanisme learning selama hampir 2 bulan. Dari situ kita lihat keseriusan dan sebagainya,” tambah Aloysius.

Melalui kegiatan itu, kata Aloysius, Binus Incubator dan Binus Entrepreneurship Center berkomitmen mendukung pengembangan kewirausahaan mahasiswa. Juga berharap Binus Startup Vaganza 2026 dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide ke tahap yang lebih nyata, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekosistem kewirausahaan di Indonesia.

“Begitu ada kesempatan networking, datang, bergabung, dan menikmati acaranya. Dari situ nanti bisa kebuka pintu-pintu yang lain, yang bisa membawa usaha mereka berjalan,” katanya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *