News

Soal MSCI, Pengamat Ekonomi Jelaskan MSCI sudah Beri Informasi Sejak Awal dan Beri Penjelasan Soal Long dan Short



PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Pengamat Ekonomi, Yanuar Rizky bicara soal situasi MSCI dan dampak yang saat ini dirasakan di Indonesia.

Lewat podcast di Channal akun Abraham Samad Speak UP, Yanuar Rizky bahkan membeberkan bagaimana awal perjalan sampai mengalami penurunan sejauh ini.

Ia mengatakan sejak awal tepatnya pada Februari 2025 MSCI sudah memberikan rilis informasi yang negatif dampaknya.

Dan dari informasi pertama dari MSCI ini disebut membahas soal posisi dari long ke short. 

“Bahwa MSCI inikan pertama kali merilis informasi yang negatif dampaknya, itu dimulai sebetulnya di Februari 2025,” kata Yanuar Rizky dikutip Jumat (23/10).

“Informasi pertamanya itu dia mengatakan merubah posisi dari long ke short,” ungkapnya.

Soal posisi dari long ke short, dalam penjelasannya ia memberikan bagaimana nasabah yang me-refer indeks MSCI untuk investasi di Indonesia bahwa dia ke klien ke Indonesia itu sudah dapat peringatan untuk tidak mengambil long.

Peringatan untuk tidak mengambil long ini kemudian dialihkan untuk lebih mengambil posisi atau dirubag ke short.

“Jadi bahasa gampangnya gini, kalau ada nasabah-nasabah yang me-refer indeks MSCI untuk investasi di Indonesia bahwa dia ke klien itu bilang bahwa di Indonesia itu anda jangan posisinya jangan long, tapi posisinya itu dirubah ke short,” jelasnya.

Alasan peringatan ini diberikan karena disebutnya Indonesia punya masalah khususnya yang berkaitan dengan adanya masalah di fiskal

“Alasan MSCI pada saat itu, karena Indonesia punya masalah terkait dengan fiskal, ada problem di fiskal terkait penerimaan negara,” tuturnya.

Adanya masalah fiskal ini, Yanuar juga memberikan penjelasan soal penerimaan negaranya short atau turun artinya penerimaan pajaknya turun baik dari PPN atau PPH punya pengaruh ke perusahaan.

Dimana, jika adanya laba perusahaan yan mengalami keturunan maka hal yang pasti kemampuan membayar dividen pasti akan turun.

“Kalau penerimaan negaranya short atau turun artinya penerimaan pajaknya turun baik dari PPN atau PPH maka sudah pasti laba perusahaan itu turun,” terangnya.

“Nah, laba perusahaan turun berartikan kemampuan membayar dividen pun turun,” tutupnya.

(Erfyansyah/fajar) 



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *