AHY Unggul dari Gibran dalam Simulasi Dua Nama, Berapa Selisih Elektabilitasnya?

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memperoleh dukungan 41,6 persen dalam simulasi dua nama calon presiden pada Pilpres 2029, berdasarkan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Dalam skenario yang sama, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meraih 36 persen dukungan.
Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani memaparkan hasil tersebut dalam riset bertajuk Efek Tahu Gibran dan AHY pada Elektabilitas Mereka. Survei dilaksanakan pada 1–10 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.213 responden di Indonesia.
“Dalam simulasi dua nama, AHY mendapat dukungan 41.6%, kemudian Gibran 36%. Ada 22.4% yang tidak tahu/tidak jawab,” kata Deni dalam keterangannya, Kamis (22/10/2026).
Hasil ini menggambarkan pilihan responden dalam skenario survei, bukan prediksi pasti mengenai hasil Pilpres 2029. Temuan serupa mengenai simulasi dua nama tersebut juga diberitakan sejumlah media yang mengutip hasil riset SMRC.
Popularitas Gibran lebih tinggi
Meski memperoleh dukungan lebih rendah dalam simulasi dua nama, Gibran memiliki tingkat pengenalan publik yang lebih luas dibandingkan AHY.
Menurut data yang dipaparkan Deni, sebanyak 97 persen responden mengenal Gibran. Sementara itu, AHY dikenal oleh 70 persen warga. Presiden Prabowo Subianto tercatat memiliki tingkat pengenalan tertinggi di antara ketiga tokoh tersebut, yakni 99 persen.
Perbedaan tingkat pengenalan ini menjadi salah satu aspek yang disoroti dalam riset SMRC. Penelitian tersebut juga mengukur penilaian positif dan negatif responden terhadap tokoh yang mereka kenal.
Dari kelompok warga yang mengenal AHY, sebanyak 77 persen menyatakan suka dan 14 persen menyatakan tidak suka. Adapun Gibran memperoleh tingkat kesukaan 66 persen, sementara 29 persen responden yang mengenalnya menyatakan tidak suka.
“Dari warga yang mengenalnya, 77 persen menyatakan suka pada AHY dan hanya 14 persen tidak suka. Gibran disukai 66 persen dan tidak disukai 29 persen,” ujar Deni.
Selisih dukungan melebar pada responden yang mengenal keduanya
SMRC juga menguji simulasi elektabilitas dengan membatasi analisis pada responden yang mengenal AHY dan Gibran sekaligus.
Dalam kelompok tersebut, AHY memperoleh dukungan 51,1 persen, sedangkan Gibran mendapat 28,7 persen. Dengan demikian, selisih dukungan keduanya mencapai 22,4 poin persentase.
Angka ini berbeda dari hasil simulasi yang melibatkan seluruh responden, ketika AHY memperoleh 41,6 persen dan Gibran 36 persen.
Perbandingan tersebut menunjukkan adanya perbedaan pola dukungan berdasarkan tingkat pengenalan responden terhadap kedua tokoh. Namun, hasil survei ini tetap menggambarkan kondisi pada saat pengumpulan data, bukan kepastian pilihan pemilih menjelang pemilu.
Source link
