News

Terinspirasi Jepang, Begini Cara PIK2 Bangun Kawasan Hijau Berkelanjutan



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pengembangan kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) turut mengedepankan aspek lingkungan melalui penerapan metode Miyawaki, teknik penghijauan yang dikembangkan ahli botani Jepang Akira Miyawaki.

Metode tersebut menjadi salah satu pendekatan Agung Sedayu Group (ASG) untuk mengembangkan ruang hijau yang lebih beragam dan mampu beradaptasi terhadap karakteristik lingkungan kawasan.

Dalam penerapannya, metode Miyawaki menggabungkan berbagai jenis tanaman dengan tingkat kepadatan tinggi untuk membentuk komunitas vegetasi yang saling mendukung.

Pendekatan ini berbeda dari penataan lanskap yang hanya mempertimbangkan keindahan visual karena turut memperhatikan interaksi tanaman dengan kondisi tanah.

Landscape Designer ASG Fathma Diansari Lubis menjelaskan, keberagaman vegetasi merupakan salah satu aspek penting dalam membangun lingkungan yang lebih seimbang.

Menurut Fathma, setiap tanaman mempunyai karakter dan kebutuhan unsur hara berbeda. Kombinasi berbagai spesies diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan ekosistem secara bertahap.

“Melalui keragaman jenis vegetasi, masing-masing tanaman memiliki karakter dan kemampuan adaptasi yang berbeda,” ungkap Fathma.

Dia mengatakan, karakteristik kawasan menjadi pertimbangan penting dalam menentukan strategi penghijauan, terutama berkaitan dengan kondisi tanah dan kadar garam.

Karena itu, ASG menyesuaikan penerapan metode Miyawaki agar dapat mendukung pengembangan vegetasi yang lebih adaptif terhadap lingkungan pesisir.

Tidak hanya mengandalkan kepadatan tanaman, ASG juga mengembangkan sistem penanaman yang memanfaatkan kontur serta perbedaan elevasi kawasan.

“Kami mengadaptasi metode ini sesuai karakter kawasan yang dikembangkan, sehingga penanaman tidak hanya dilakukan secara horizontal, tapi juga secara vertikal dengan memanfaatkan kontur dan elevasi,” jelasnya.

Pengaturan tersebut dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau sekaligus menghadirkan susunan vegetasi yang lebih dinamis.

Lebih jauh, penerapan metode Miyawaki mencerminkan upaya pengembang dalam memasukkan pertimbangan ekologis ke dalam perencanaan kawasan.

Penghijauan tidak lagi dipandang semata sebagai elemen dekoratif, tetapi juga bagian dari upaya membangun lingkungan yang sehat dan nyaman.

Bagi PIK2, pengembangan kawasan diharapkan mampu menghadirkan keseimbangan antara kebutuhan infrastruktur, aktivitas masyarakat, dan keberadaan ruang hijau.

Melalui pendekatan tersebut, ASG berupaya menciptakan lingkungan yang lebih teduh dan berkelanjutan untuk mendukung kebutuhan masyarakat saat ini maupun generasi mendatang. (Pram/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *