News

Ahmad Ali PSI Minta Polemik Ijazah Gibran Dihentikan, Nazlira Alhabsy: Setuju, Mari Kita Sudahi Jabatan Wapres



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pengacara sekaligus pegiat media sosial, Nazlira Alhabsy, menyatakan setuju dengan pernyataan Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali.

Pernyataan itu terkait dengan ajakan kepada masyarakat untuk menghentikan polemik ijazah Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka.

“Betul, setuju..!!” kata Nazlira Alhabsy.

Hanya saja, Nazlira memiliki pandangan berbeda tentang bagaimana cara polemik tersebut dihentikan. Menurut dia, cara terbaik untuk menghentikan polemik tersebut adalah dengan melakukan pemakzulan atau pergantian Gibran sebagai wakil presiden.

“Mari kita sudahi Jabatan Wapres Ilegal, hentikan polemik dan mulai menatap ke depan dengan mengganti Wapres Berpendidikan SD dengan Wapres Berpendidikan S3, tidak Cacat Moral dan Etik dalam politik, serta tidak pernah melakukan Perbuatan Tercela..‼️” kata Nazlira Alhabsy.

Sejak putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perkara yang mempersoalkan keabsahan syarat pendidikan SMA sederajat milik Gibran, desakan agar Gibran diimpeachment menggema dari berbagai elemen masyarakat Indonesia.

Desakan agar Gibran mundur atau dimakzulkan tidak hanya datang dari pihak yang selama ini mempersoalkan pendidikan dan pencalonanannya, tapi juga muncul atau datang dari kalangan yang selama ini tidak mempersoalkannya. Salah satunya dari kalangan akademisi dalam hal ini guru besar yang tergabung dalam Forum Guru Besar Indonesia.

Sebelumnya, Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali meminta masyarakat untuk berhenti mempermasalahkan ijazah Gibran. Dia bahkan menyebut, integritas sekolah luar negeri tidak kalah dengan yang ada di Indonesia.

Ahmad Ali menyoroti polemik ijazah Gibran yang menjadi perdebatan di ruang publik. Menurutnya, persoalan tersebut harus dilihat secara objektif dengan menghormati sistem pendidikan baik di Indonesia maupun di luar negeri.

“Masa sekolah di Singapura dan Australia kalah integritasnya sama Indonesia? Tentu bukan begitu cara melihatnya,” kata Ahmad Ali.

Dia menjelaskan bahwa setiap negara memiliki sistem pendidikan dan standar akademik masing-masing yang patut kita hormati. Perbedaan bentuk dokumen pendidikan tidak serta merta menjadi alasan untuk meragukan kualitas maupun kredibilitas pendidikan seseorang.

Ahmad Ali memastikan bahwa Gibran telah menempuh pendidikan di Australia dan Singapura hingga jenjang pendidikan tinggi, serta menyatakan telah menyelesaikan pendidikan S1. Pemerintah Indonesia juga sudah menerbitkan surat keterangan penyetaraan pendidikan melalui kementerian yang berwenang sejak 2019.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *