Dian Sandi PSI Tegas soal Polemik Ijazah Jokowi: Saya Tidak Pernah Lari!

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Jokowi yang tidak kunjung usai hingga menyeret berbagai pihak ke dalam pusaran perdebatan.
Di tengah panasnya isu tersebut, Direktur Media Sosial (Medsos) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama, menegaskan komitmennya untuk tidak menghindar dari polemik tersebut.
Seperti diketahui, objek penelitian Roy Suryo Cs merupakan unggahan Dian Sandi di X pada 1 April 2025 lalu.
Dian menegaskan bahwa dirinya tidak akan pernah kabur dari persoalan yang sedang dihadapi, termasuk isu yang belakangan kembali mencuat ke permukaan.
Dengan gaya santai namun tegas, ia menyatakan siap menghadapi segala dinamika yang ada.
“Saya tidak pernah lari dari apapun,” ujar Dian dalam pernyataannya, dikutip fajar.co.id, Selasa (20/10/2026).
Dian Sandi: Hidup Hanya Sekali, Jangan Dibikin Pusing
Lebih lanjut, Dian menyampaikan pesan reflektif terkait cara menyikapi tekanan politik atau isu-isu yang terus bergulir.
Alih-alih terlarut dalam stres, ia memilih untuk menikmati hidup dan tidak membebani pikiran dengan hal-hal yang tidak perlu.
“Hidup hanya sekali, jangan dibikin pusing!,” tandasnya.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi, buka suara terkait dugaan adanya operasi politik besar yang menyasar Presiden ke-7 Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dedek melihat, isu ijazah yang terus digulirkan hanyalah bagian dari permainan politik kelompok lama yang merasa terusik.
Ia pun curiga bahwa isu ini sengaja dimainkan oleh aktor yang sama secara berulang-ulang.
Kecurigaannya dikuatkan oleh pergeseran serangan, dari awalnya menyasar Jokowi, lalu beralih ke Gibran ketika perkara Jokowi mendekati akhir.
“Ini nih ya, apa sih yang dimaksud? Kita sudah sama-sama tahu lah ya, bahwa isu ijazah ini kan ya dilakukan oleh orang yang itu-itu saja, ya, menggunakan isu yang itu-itu saja untuk menyerang kelompok atau poros politik juga yang itu-itu saja,” ujar Dedek, dikutip fajar.co.id, Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan bahwa serangan terhadap Jokowi sebelumnya sudah hampir menemui titik akhir di meja hijau.
“Tadinya ijazah Pak Jokowi yang diserang ya, oleh mereka. Lalu kemudian ijazah Pak Jokowi sudah hampir mencapai puncaknya atau bahkan sudah hampir selesai karena sudah masuk sidang pembuktian,” tukasnya.
“Kemudian perdebatan politik juga sudah tidak tidak laku lagi dalam tanda kutip. Kini masuk babak baru yaitu ijazah Mas Gibran,” jelasnya.
MK Sudah Tegaskan Gibran Sah
Terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK), Dedek menegaskan bahwa seluruh dalil pemohon terkait status pendidikan Gibran telah ditolak.
Source link
