News

Guntur Romli Sebut Jokowi Sudah Berubah, Dulu Lantang Bela Prabowo-Gibran Dua Periode, Sekarang Bilang Pemilu Masih Jauh



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Juru Bicara PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, merespons pernyataan Jokowi saat ditanya soal agenda pemilu 2029, terutama dukungan dua periode Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Guntur Romli menilai bahwa pernyataan terbaru Jokowi terutama paket Prabowo-Gibran di pilpres 2029, terkesan mulai dingin padahal dulu dia pernah dengan tegas menyatakan bahwa Prabowo-Gibran dua periode.

“Dulu tegas bela Prabowo-Gibran dua periode, sekarang Pak Jokowi kok bilang pemilu masih jauh. Apa Pak Jokowi kecewa pada Presiden Prabowo?,” kata Guntur Romli.

Dia bahkan menilai Jokowi kembali mempertontonkan penyakit lamanya, yakni tidak bisa dipercaya dengan perkataannya.

“Omongannya yang tak bisa dipegang. Januari 2026 dengan penuh semangat ia menyuarakan dukungan Prabowo Gibran dua periode, tapi delapan bulan kemudian nadanya mendadak dingin. Pemilu masih jauh,” kata Guntur Romli.

Kader PDIP itu menyebut, Jokowi yang sebelumnya dia nilai sebagai pendukung yang paling lantang kini seolah menjaga jarak.

Sebelumnya pada awal tahun ini, Jokowi ketika ditanya soal pasangan Prabowo-Gibran menegaskan dukungannya untuk dua periode. “Kan sudah saya sampaikan Prabowo Gibran dua periode. Sudah, gitu aja,” kata Jokowi kala itu.

Belakangan ketika ditanya apakan tetap mendukung untuk Prabowo-Gibran dua periode, Jokowi menyatakan pemilu masih jauh. “Pemilu masih jauh,” katanya.

Karena itu, Guntur Romlu menilai bahwa pernyataan Jokowi belakangan terkait dukungan Prabowo-Gibran di pilpres 2029, sejatidak tidak membuat publik kaget. Menurutnya, pola itu bukan kebetulan.

“Ini pola bukan kebetulan. Dulu juga pernah ditanya soal Gibran jadi cawapres, Pak Jokowi berkelit.
Anaknya baru jadi wali kota, umurnya juga belum cukup,” sebut Guntur Romli.

Faktanya jelas dia, syarat umur diubah lewat Mahkamah Konstitusi (MK) yang saat itu dipimpin oleh adik iparnya sendiri Anwar Usman, paman Gibran.

Selain itu, Guntur Romli juga mengungkap bahwa dulu ia pernah berjanji selepas lengser dari presiden akan pulang ke Solo jadi warga biasa momong cucu.

“Kenyataannya, ia tetap sibuk bermanuver politik buat kepentingan anak-anak dan menantunya. Sebenarnya Pak Jokowi sah-sah saja berpolitik, tapi omongan yang diucapkan itu bertentangan dengan tindakannya.
Lalu apa yang berubah sekarang?” kata Guntur Romli.

Dia menilai, perubahan pernyataan Jokowi saat ditanya soal dukungan Prabowo-Gibran pada pilpres 2029, sebagai sinyal kekecewaan terhadap Presiden Prabowo.

“Polemik ijazah Pak Jokowi, gugatan juga ijazah SMA Gibran terus dipersoalkan publik, dan Pak Jokowi disebut-sebut merasa Presiden Prabowo membiarkannya bergulir tanpa pembelaan,” jelas Guntur Romli.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *