Polisi di Makassar Bersih-bersih Geng Motor, 245 Motor Berkenalpot Brong Disita

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Belakangan ini kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Maros dibuat resah oleh tawuran antarkelompok geng motor bersenjata busur hingga parang.
Berdasarkan informasi yang didapatkan fajar.co.id, terduga anggota geng motor ini didominasi usia remaja yang masih duduk di bangku SMP hingga SMA.
Seperti yang terjadi baru-baru ini di simpang lima bandara Sultan Hasanuddin, 18 remaja dan satu dewasa diringkus pihak Kepolisian.
Menyikapi fenomena tersebut, Sat Lantas Polrestabes Makassar menggelar razia besar-besaran terhadap penggunaan knalpot brong hingga kendaraan yang dianggap tidak memiliki surat-surat lengkap.
352 Kendaraan Diamankan Polisi
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, mengatakan bahwa rata-rata pemilik kendaraan yang disita merupakan anak-anak di bawah umur.
“Total penindakan sebanyak 352 unit kendaraan. Jadi kendaraan roda empatnya ada 12 unit, kendaraan roda duanya ada 340 unit,” ujar Arya saat ekspose kasus, Kamis (8/10/2026).
Pada razia ini, Arya mengungkapkan bahwa pihaknya juga mencopot knalpot brong dari motor yang mereka sita.
“Ini total jumlah knalpot brong ini ada 245 unit. Jadi dari 340 yang diamankan itu, 245 itu semua menggunakan knalpot brong,” tegasnya.
Arya bilang, pihaknya akan terus menahan motor dan mobil yang mereka sita hingga para pemilik menggantinya ke knalpot standar.
“Termasuk yang pelanggaran-pelanggaran lainnya seperti tidak menggunakan helm dan nomor kendaraan yang tidak sesuai dengan kendaraannya juga kami tahan,” Arya menuturkan.
“(Razia) Ini dilakukan setiap hari ya, bersama-sama dengan tim dari Samapta, dari Lantas, dan juga dari Intelijen,” kuncinya.
Polisi Amankan 19 Orang
Sebelumnya, Polisi telah mengamankan 19 orang yang diduga terlibat dalam aksi tawuran yang terjadi di simpang lima Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
“Jadi 19 orang ini setelah kami lihat, memang semua mengakui bahwa mereka melakukan penyerangan terhadap korban yang mengalami luka berat dan juga mengalami kehilangan nyawa ya, kehilangan jiwa begitu,” jelasnya.
Arya menyebut hampir seluruh orang yang diamankan masih berusia di bawah umur.
“Jadi ada yang usia 16 tahun, 15 tahun, 17 tahun, dan hanya satu yang dewasa, yang berumur 18 tahun, jadi dari 19 orang, ini semua di bawah umur, hanya satu yang berusia 18 tahun yang dewasa ini,” imbuhnya.
Berdasarkan hasil pendalaman polisi, tawuran tersebut ternyata telah direncanakan sebelumnya oleh dua kelompok motor.
“Nah, jadi untuk kronologisnya sendiri, setelah didalami, ternyata memang dua kelompok remaja ini sudah janjian untuk melakukan tawuran dengan istilah COD, ya Cash On Delivery itu, itu istilah dari anak-anak di sini kalau memang mereka mau melakukan tawuran, gitu ya. Istilahnya COD, gitu ya,” kata Arya.
Source link
