News

Pengamat: Apakah Demokrat Mau Memberi Munafri Posisi Strategis?



PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Keputusan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi mengundurkan diri dari Partai Golkar membuka spekulasi baru mengenai arah politiknya. Salah satu partai yang kini disebut berpeluang menjadi tempat berlabuh Appi adalah Partai Demokrat.

Spekulasi itu menguat setelah Ketua Dewan Pakar DPP Partai Demokrat Andi Alfian Mallarangeng secara terbuka mengajak Appi bergabung. Ajakan tersebut disampaikan dalam pertemuan keduanya di Hotel Novotel Makassar, Sabtu (3/10/2026), atau dua hari sebelum Appi menyatakan mundur dari Golkar.

Pengamat politik Nurmal Idrus menilai, rangkaian peristiwa tersebut wajar dibaca sebagai bagian dari langkah politik Appi ke depan.

“Mundurnya Appi dari Golkar patut dibaca sebagai langkah politik strategis. Apalagi setelah dia diajak bergabung ke Demokrat,” kata Nurmal kepada PORTALUTAMA.NET, Senin (5/10/2026).

Menurut Nurmal, keputusan Appi meninggalkan Golkar semakin memperbesar kemungkinan dirinya bergabung dengan Demokrat. Namun, ia menilai keputusan resmi mengenai partai tujuan Appi tetap perlu ditunggu.

“Ini memperkuat spekulasi bahwa Demokrat sedang membuka ruang politik bagi Appi. Peluang Appi masuk Demokrat cukup terbuka, bahkan kemungkinan mendapat posisi strategis juga terbuka,” ujarnya.

Nurmal melihat hubungan politik antara Appi dan Demokrat berpotensi menjadi simbiosis yang saling menguntungkan.

Bagi Demokrat, Appi memiliki posisi penting karena saat ini menjabat sebagai Wali Kota Makassar. Selain itu, Appi dinilai memiliki jaringan politik dan pengalaman yang dapat memperkuat posisi partai tersebut, khususnya di Sulawesi Selatan.

“Bagi Demokrat, Appi memiliki nilai strategis sebagai Wali Kota Makassar dan figur dengan jaringan politik yang kuat,” kata Nurmal.

Sebaliknya, Demokrat juga dinilai dapat menjadi kendaraan politik baru bagi Appi setelah ia memutuskan mengakhiri perjalanan politiknya bersama Golkar.

“Bagi Appi, Demokrat bisa menjadi kendaraan baru untuk memperluas ruang politiknya,” lanjutnya.

Karena itu, jika Appi benar-benar bergabung dengan Demokrat, Nurmal menilai langkah tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan perpindahan keanggotaan partai.

Menurut dia, perpindahan itu dapat menjadi bagian dari pembentukan konfigurasi politik baru, terutama menjelang Pemilu 2029.

“Jika peluang itu benar-benar terealisasi, maka langkah tersebut bukan sekadar perpindahan partai, tetapi bagian dari konsolidasi politik baru menuju 2029,” tuturnya.

Posisi Appi Jadi Perhatian

Nurmal mengatakan, perkembangan berikutnya yang menarik untuk dicermati bukan hanya soal partai mana yang akan dipilih Appi. Posisi politik yang kemungkinan diberikan kepadanya juga menjadi bagian penting dari dinamika tersebut.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *