Dikejar hingga Dekat Bandara Sultan Hasanuddin, Pemuda Makassar Tewas Bersimbah Darah

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Suasana dini hari di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, mendadak berubah mencekam setelah seorang pemuda ditemukan tergeletak bersimbah darah di bahu jalan.
Pemuda berinisial MAM (24) itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Luka terbuka terlihat di tubuhnya, sementara sebuah anak panah busur masih menancap di bagian kepalanya.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Minggu (4/10/2026) sekitar dini hari.
Berdasarkan informasi yang didapatkan fajar.co.id, lokasi kejadian berada tidak jauh dari Simpang Lima Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Korban Meninggal di Lokasi Kejadian
MAM diketahui merupakan warga Perumnas Sudiang, Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya.
Ia diduga menjadi korban penyerangan kelompok geng motor. Akibat luka yang dialaminya, MAM akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar Ahmad, membenarkan peristiwa tersebut.
Dikatakan Jafar, petugas menemukan MAM sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan luka serius di bagian kepala.
“Korban mengalami luka robek di bagian belakang kepala diduga akibat sabetan senjata tajam jenis parang, termasuk anak panah busur juga ditemukan masih tertancap pada bagian kepala korban,” ujar Jafar dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4/9/2026) malam.
Teman Korban Juga Luka Berat
Penyerangan tersebut tidak hanya menyebabkan MAM meninggal dunia. Temannya, MFS (16), juga menjadi korban dan mengalami luka berat.
MFS mengalami luka robek pada bagian kepala dan punggung. Hingga kini, korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Dr. Tadjuddin Chalid.
Jafar menjelaskan, rangkaian kejadian bermula sekitar pukul 02.00 WITA. Saat itu, sejumlah pemuda, termasuk saksi berinisial AR (21), sedang berkumpul di Jalan Dg. Ramang, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya.
Mereka berkumpul di sekitar salah satu bengkel motor yang berada di kawasan tersebut.
Situasi berubah setelah sekelompok orang datang menggunakan sepeda motor.
Jafar menyebut ada sekitar 12 sepeda motor yang datang secara berboncengan. Kelompok tersebut diduga membawa senjata tajam berupa parang dan busur.
Kedatangan kelompok itu disebut hendak menyerang kelompok AR.
Merasa terancam, kelompok AR kemudian melakukan perlawanan. Mereka bahkan mengejar kelompok tersebut hingga mengarah ke wilayah Kabupaten Maros.
“Kelompok AR (teman korban) melakukan perlawanan dan mengejar kelompok tersebut ke arah Maros,” ungkapnya.
Source link
