Eks Ketua KPK Abraham Samad Ungkap Bobroknya Lapas: Hampir Sebagian Besar Sipir Harus Diberhentikan

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengungkap cerita di balik upaya pembenahan lembaga pemasyarakatan (lapas) yang pernah dilakukan pemerintah.
Abraham menceritakan, persoalan di lingkungan lapas kala itu sudah begitu pelik.
Bahkan, Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana disebut sempat mengalami hambatan ketika hendak melakukan inspeksi mendadak ke lapas.
Cerita tersebut bermula ketika Amir Syamsudin menjabat Menteri Hukum dan HAM, sedangkan Denny Indrayana menjadi wakilnya.
Wamen Hukum dan HAM Disebut Dihalangi Sipir
Abraham Samad mengatakan, situasi di lapas saat itu membuat dirinya mendapat telepon langsung dari Amir Syamsudin.
Seingat Abraham, Amir menyampaikan rencana untuk mengganti Direktur Jenderal Pemasyarakatan dengan sosok yang berasal dari luar jalur karier internal kementerian.
“Bayangkan seorang Wakil Menteri Hukum dan HAM saja mau sidak ke lembaga pemasarakatan itu dihalang-halangi oleh sipir,” ujar Abraham, dikutip fajar.co.id, Kamis (1/10/2026).
“Maka pada saat itulah Pak Amir itu menelpon saya. Dia bilang saya akan mengganti Dirjen Pemasyarakatan orang yang berasal dari luar jabatan karir,” tambahnya.
Amir kemudian meminta Abraham mengirimkan seseorang dari KPK yang memiliki integritas dan kompetensi untuk menduduki posisi tersebut.
“Maka dia minta ke saya, Pak Abraham tolong berikan kami orang KPK untuk menempati posisi diri yang Pak Abraham bisa mempertanggungjawabkan integritas individunya,” tukasnya.
Kirim Penyidik KPK Bernama Handoyo
Abraham mengatakan, dirinya kemudian mengirim salah satu orang terbaik dari KPK, yakni Handoyo.
Ia menyebut Handoyo memiliki latar belakang sebagai akuntan dan saat itu merupakan penyidik perkara korupsi di KPK.
“Saya bilang, oke, kalau begitu saya akan mengirim orang terbaik saya yang saya bisa bertanggung jawabkan secara intelektual dan secara integritas,” ucap Abraham.
Diungkapkan pria kelahiran kota Makassar itu, Handoyo merupakan penyidik KPK yang memiliki background yang berbeda, seorang akuntan.
Handoyo kemudian dilantik untuk memimpin Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan mulai melakukan pembenahan di internal lembaga tersebut.
Setahun Menjabat, Handoyo Disebut Mulai Kehilangan Kesehatan
Namun, menurut Abraham, upaya pembenahan itu tidak berlangsung mudah.
Sekitar satu tahun menjalankan tugas, Handoyo disebut mulai mengalami gangguan kesehatan.
“Pendek cerita, Pak Handoyo dilantik ya mulailah dia melakukan pembersihan di dalam tapi kira-kira setahun, Pak Handoyo mulai kehilangan kesehatannya,” terangnya.
Abraham mengatakan, pada suatu ketika Handoyo menghubunginya dan menyampaikan keinginan untuk mundur dari jabatan.
Source link
