News

Proyek Data Center AI Jatiluhur Disorot, Tere Liye Peringatkan KDM: Konsumsi Listrik dan Dampak Lingkungannya Sangat Masif



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Penulis kondang yang juga berprofesi sebagai akuntan, Tere Liye, menyampaikan kritik tajam terkait dinamika proyek Data Center AI (Kecerdasan Buatan) di Jatiluhur, Jawa Barat, yang baru-baru ini dihentikan sementara usai inspeksi mendadak (sidak) oleh Penjabat/Tokoh Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM).

Tere Liye menyoroti unggahan pemerintah daerah yang membandingkan sebaran data center biasa antarprovinsi untuk meredam polemik. Menurutnya, membandingkan data center konvensional dengan data center AI adalah kekeliruan fatal dari sisi beban daya dan skala kapasitas.

“Itu beda jauh. Membandingkan satu data center konvensional biasa dengan data center AI itu seperti membandingkan UMKM dengan perusahaan raksasa sekelas Apple, Microsoft, atau NVIDIA,” ujar Tere Liye melalui unggahan di akun media sosialnya, Kamis (1/10/2026).

Data Komdigi: Satu Data Center AI Sedot Daya Melebihi Seluruh Data Center Se-Indonesia

Sebagai seorang yang terbiasa mengolah angka dan data finansial, Tere Liye membeberkan kalkulasi berdasarkan data resmi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Saat ini, terdapat sekitar 246 data center konvensional di seluruh Indonesia dengan total konsumsi daya mencapai 580 Megawatt (MW). Sementara itu, rencana pembangunan satu fasilitas Data Center AI di Jatiluhur saja diproyeksikan bakal menelan daya hingga 640 MW.

“Artinya, jika data center AI di Jatiluhur ini dibangun, daya listrik yang disedot oleh satu proyek tersebut saja sudah melampaui akumulasi seluruh data center yang ada di Indonesia saat ini,” paparnya.

Ia mengingatkan agar pemerintah tidak sekadar menunda atau menghentikan proyek sementara demi meredam drama publik, melainkan melakukan kajian matang dari berbagai aspek jangka panjang.

Investasi Padat Modal, Bukan Padat Karya

Lebih lanjut, Tere Liye menekankan bahwa karakteristik industri data center—terutama berbasis AI—adalah investasi yang sangat padat modal, bukan padat karya. Efek penyerapan tenaga kerja lokal setelah proyek beroperasi tergolong sangat kecil.

Di sisi lain, potensi ancaman terhadap ketersediaan pasokan listrik dan air bersih bagi masyarakat sekitar justru sangat besar dan berisiko menjadi isu nasional di masa depan.

“Sekali data center AI itu berdiri, mereka akan terus rakus menambah kapasitas. Dampaknya menyangkut ketersediaan listrik dan air bersih warga. Jangan mudah memberikan izin bagi perusahaan-perusahaan besar membuat data center AI jika ujung-ujungnya rakyat kecil yang harus menanggung krisisnya,” tegas penulis serial Bumi tersebut.

Kronologi Sidak dan Penghentian Proyek di Jatiluhur

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, proyek Data Center AI di Jawa Barat ini sempat diresmikan pada 22 September 2026 dan dihadiri oleh KDM. Namun, pada 28 September 2026, KDM melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pembangunan setelah munculnya keresahan publik dan netizen.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *