Gus Hilmi: Siapapun yang Bakal Nyapres di 2029, Cukup Kampanye Hilangkan MBG dan Kopdes

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Meskipun terbilang masih lama, wacana menuju Pilpres 2029 mulai diwarnai berbagai gagasan mengenai program yang perlu menjadi perhatian para calon Presiden.
Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU), Gus Hilmi Firdausi, menawarkan sejumlah agenda yang menurutnya dapat diusung kandidat yang ingin maju dalam kontestasi tersebut.
Salah satu yang disampaikan Gus Hilmi yakni perubahan arah anggaran program pemerintah.
Gus Hilmi Bicara Strategi Kampanye 2029
Gus Hilmi menegaskan, para calon peserta Pilpres 2029 dapat menjadikan perubahan kebijakan tersebut sebagai bagian dari materi kampanye.
“Buat siapapun yang bakal nyapres di 2029, cukup berkampanye hilangkan MBG dan Kopdes,” ujar Gus Hilmi, dikutip fajar.co.id, Rabu (30/9/2026).
Gus Hilmi kemudian mengusulkan agar anggaran yang sebelumnya digunakan untuk kedua program tersebut dialihkan ke sejumlah sektor pelayanan publik.
Ia menyebut pendidikan dan kesehatan gratis serta pembukaan lapangan kerja dalam skala luas sebagai tujuan penggunaan anggaran tersebut.
“Semua dananya dialihkan untuk pendidikan, kesehatan gratis, serta pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya,” tukasnya.
Selain isu anggaran dan program pemerintah, Gus Hilmi juga menyelipkan persoalan sepak bola nasional dalam gagasannya. Ia meminta agar Shin Tae-yong kembali menangani Timnas Indonesia.
“Sama satu lagi, balikin Shin Tae-yong ke Timnas,” tandasnya.
Anggaran BGN Kalahkan 2 Kementerian Sekaligus di APBN 2027
Sebelumnya, alokasi anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) dalam APBN 2027 yang disahkan DPR pada Selasa, 29 September, menjadi sorotan.
Total belanja negara dalam APBN 2027 mencapai Rp4.106,26 triliun. Dari jumlah tersebut, BGN memperoleh alokasi Rp240,20 triliun atau sekitar 7,12 persen dari total belanja pemerintah pusat yang mencapai Rp3.371,26 triliun.
Anggaran BGN tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan seluruh kementerian/lembaga (K/L) lainnya.
Ekonom Berly Martawardaya menyoroti besarnya alokasi anggaran untuk BGN tersebut. Ia membandingkannya dengan sejumlah kementerian yang memiliki fungsi pendidikan, kesehatan, sosial, dan keagamaan.
Gabungan anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebesar Rp191,22 triliun. Angka tersebut masih lebih kecil dibandingkan alokasi BGN.
Begitu pula jika anggaran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Kementerian Sosial (Kemensos), dan Kementerian Agama (Kemenag) digabung. Totalnya mencapai Rp237,57 triliun, masih sedikit di bawah anggaran BGN.
Source link
