Survei Poltracking: Elektabilitas PSI Makin Gacor, Kalahkan Partai yang Sudah 53 Tahun Berdiri

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Peta elektoral partai politik menuju Pemilu 2029 kembali menunjukkan pergeseran. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai menyalip salah satu partai lama, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dalam survei terbaru Poltracking Indonesia.
Dalam simulasi surat suara terhadap 18 partai politik, PSI memperoleh elektabilitas 2,3 persen. Angka itu berada di atas PPP yang mengantongi 1,9 persen.
Survei tersebut dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 dan dirilis Poltracking pada Rabu, 23 September 2026. Peneliti Poltracking Indonesia, Yoki Alvetro, mengatakan pengukuran dilakukan melalui simulasi bilik suara untuk mengetahui pilihan responden jika pemilu digelar saat survei berlangsung.
PSI, yang berdiri pada 2014, dengan demikian berada di atas PPP yang telah berdiri sejak 1973. Selisih keduanya memang hanya 0,4 poin persentase, tetapi posisi tersebut menarik karena memperlihatkan persaingan partai lama dan partai yang relatif baru dalam memperebutkan suara pemilih.
Di papan atas, Partai Gerindra masih menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi, yakni 23,2 persen. PDI Perjuangan berada di posisi kedua dengan 11,6 persen, disusul Partai Golkar sebesar 10,4 persen.
Setelah tiga besar, posisi berikutnya ditempati PKB dengan 6,2 persen, Partai Demokrat 6,1 persen, NasDem 4,4 persen, PAN 3,4 persen, dan PKS 3,3 persen.
Sementara itu, partai-partai lain berada di bawah angka 1 persen. Perindo memperoleh 0,6 persen, Partai Buruh 0,5 persen, Hanura 0,3 persen, sedangkan Ummat, PBB, Garuda, PKN dan Gelora masing-masing 0,1 persen. Sebanyak 25,3 persen responden tidak tahu atau tidak menjawab pilihan partainya.
PSI dan target 2029
Hasil survei ini menjadi menarik jika ditempatkan dalam konteks ambisi PSI menghadapi Pemilu 2029. Ketua Dewan Pembina PSI, Joko Widodo, sebelumnya mengatakan target partainya tidak berhenti pada upaya lolos ke DPR.
Pernyataan itu disampaikan Jokowi ketika menghadiri Rakorda DPD PSI Kota Kupang pada 31 Juli 2026. Ia menyebut PSI memiliki target yang lebih besar, tetapi belum ingin mengungkapkannya kepada publik.
Jokowi juga menekankan pentingnya pembangunan struktur partai hingga tingkat desa. Menurut dia, kekuatan PSI tidak semata-mata diukur dari jumlah kursi yang diperoleh di parlemen, tetapi juga dari kemampuan membangun struktur organisasi sampai ke tingkat bawah.
“Target kita bukan hanya target masuk Senayan. Tapi ada target besar yang pingin kita capai,” kata Jokowi saat itu.
Survei Poltracking menunjukkan PSI memang belum berada di zona aman jika dibandingkan dengan partai-partai yang elektabilitasnya sudah berada di atas 5 persen. Namun, angka 2,3 persen menempatkan PSI di atas PPP dalam simulasi tersebut.
Source link
