Prabowo Sebut Pakar ‘Saking Pintarnya Jadi Goblok’, Pigai Bongkar Maksud Sebenarnya

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai memberikan klarifikasi terkait pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar ‘saking pintarnya jadi goblok’.
Pigai menegaskan pernyataan tersebut tidak ditujukan kepada seluruh pakar.
Menurut dia, Prabowo sedang mengkritik fenomena post-truth, yakni kondisi ketika kebenaran diabaikan dan digantikan oleh narasi yang tidak sesuai dengan fakta.
Pigai juga menilai kritik terhadap kebijakan pemerintah tetap diperlukan. Namun, kritik tersebut harus disampaikan secara objektif dengan tetap mengakui hal-hal positif yang telah dilakukan pemerintah.
Pigai: Ini Hanya Post-Truth
Pigai mengatakan pernyataan Prabowo tidak seharusnya dimaknai sebagai generalisasi terhadap seluruh pakar.
Menurut dia, konteks pernyataan tersebut berkaitan dengan pihak-pihak tertentu yang dianggap menyebarkan informasi atau narasi dengan mengabaikan kebenaran.
“Ini hanya post-truth aja yang Pak Prabowo bilang. Tidak semua ya. Post-truth ya. Post-truth itu kan orang yang ramai-ramai membungkam kebenaran,” ujar Pigai, dikutip fajar.co.id, Selasa (22/9/2026).
“Orang yang ramai-ramai mematikan kebenaran. Orang yang tidak mau mengakui kebenaran. Tapi dia munculkan atau dia menciptakan kebohongan,” tambahnya.
Pigai menegaskan bahwa kritik Prabowo tersebut hanya ditujukan kepada pelaku fenomena post-truth, bukan kepada seluruh pakar.
Pigai Sebut Bukan Prabowo yang Generalisasi
Lebih lanjut, Pigai mengatakan pihak yang melakukan generalisasi justru adalah mereka yang memperluas pernyataan Prabowo seolah-olah ditujukan kepada semua pakar.
“Yang generalisir siapa? Mereka yang generalisir. Mereka pelaku-pelaku pemain media sosial itu yang generalisir,” lanjut Pigai.
Karena itu, ia meminta pernyataan Prabowo tidak dipahami sebagai kritik terhadap seluruh pakar atau orang yang menyampaikan pandangan berbeda.
“Oleh karena itu tidak bisa semuanya dianggap generalisir bahwa yang dikritik itu untuk semua. Tidak. Hanya post-truth saja. Yang meniadakan kebenaran. Yang bermain media sosial,” katanya.
Pigai Minta Pakar Objektif
Pigai kemudian menekankan peran para pakar dalam memberikan penilaian terhadap program-program pemerintah.
Menurut dia, para pakar seharusnya menyampaikan penilaian secara objektif, termasuk dengan mengakui program yang dinilai memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Saya ingin sampaikan bahwa sekali-kali menyampaikan penilaian yang objektif terhadap misalnya program-program unggulan untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Ia mencontohkan sejumlah program pemerintah yang menurutnya dirasakan masyarakat, seperti program makan bergizi gratis, pendidikan gratis, sekolah rakyat, hingga pemeriksaan kesehatan gratis.
Source link
