Pengamat Mata Uang: Rupiah Terus Melemah Dipengaruhi Purbaya Diganti oleh Suahasil

PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menyebut lemahnya rupiah dipengaruhi digantinya Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa oleh Suahazil Nazara.
“Keputusan Presiden Prabowo Subianto pekan lalu untuk mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan Suahasil Nazara turut memengaruhi sentimen mata uang,” kata Ibrahim melalui keterangan tertulis, Selasa (22/9/2026).
Pada perdagangan hari ini, mata uang rupiah ditutup melemah 37 poin. Sebelumnya sempat melemah 55 point di level Rp17.884 dari penutupan sebelumnya di level Rp17.847.
“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp17.880 – Rp17.930,” ujar Ibrahim.
Selain pergantian Menkeu, Ibrahim mengatakan pelemahan rupiah diakibatkan harga minyak. Melambungnya harga minyak menambah tekanan bagi negara-negara pengimpor energi.
Ibrahim mengatakan, pelemahan rupiah juga imbas perdebatan revisi Undang-Undang No.17 Tahun 2003 yang dapat memungkinkan defisit anggaran lebih tinggi guna mendanai program sosial dan kesejahteraan.
“Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan bahwa pembahasan mengenai batas atas defisit sebesar 3 persen dari PDB yang diatur dalam undang-undang harus berlangsung secara konstruktif dan batas rasio utang sebesar 60 persen dari PDB tetap menjadi pelaksanaan pengelolaan APBN,” ungkapnya.
Suahasil menyebut Bank Indonesia akan terus hadir di pasar. Tujuannya memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik, dan stabilitas nilai tukar Rupiah terjaga sesuai fundamentalnya.
Selain itu, BI melakukan pengelolaan struktur suku bunga di pasar uang dengan penguatan strategi operasi moneter pro-market. Juga akan memperkuat efektivitas stabilisasi nilai tukar dan kecukupan likuiditas melalui transaksi underlying untuk swap lindung nilai dengan perolehan insentif.
“Intervensi pun akan terus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder,” jelasnya.
“Posisi cadangan devisa sebesar US146,5 miliar masih cukup untuk intervensi di pasar,” sambung Ibrahim.
Faktor Eksternal
Ibrahim menjelaskan, pelemahan rupiah juga disebabkan faktor eksternal. Di antaranya Presiden AS Donald Trump menyatakan kesediaannya untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Source link
