News

Dede Budhyarto Soroti Kabar Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Singgung Kepercayaan Publik



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Mantan Komisaris PT Pelni, Dede Budhyarto, menyoroti pemberitaan mengenai pengunduran diri Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid dari kepengurusan DPP Partai Golkar.

Dede meminta publik membaca informasi tersebut secara utuh. Menurutnya, Nusron tidak mundur sebagai kader Partai Golkar, melainkan hanya melepaskan jabatan di struktur kepengurusan partai.

Hal itu disampaikan Dede melalui akun media sosial X pribadinya, Senin (21/9/2026).

“Baca utuh beritanya kirain ngunduruin diri dari partai ternyata ‘ngunduruin diri dari pengurus & masih anggota partai’,” tulis Dede Budhyarto.

Dede kemudian mempertanyakan tingkat kepercayaan publik terhadap informasi mengenai keputusan Nusron tersebut. Ia bahkan menggunakan istilah 1.000 persen untuk menggambarkan ketidakpercayaan yang dimaksud.

“Emang publik percaya sejak 6 bulan lalu? Haqul yaqin 1000% TIDAK PERCAYA,” tuturnya.

Nusron Mundur dari Kepengurusan Golkar

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M Sarmuji mengonfirmasi bahwa Nusron Wahid telah mengundurkan diri dari struktur kepengurusan DPP Partai Golkar.

Menurut Sarmuji, keputusan tersebut telah disampaikan Nusron kepada Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia sejak lebih dari enam bulan lalu.

“Sudah lama. Seingat saya lebih dari enam bulan lalu,” kata Sarmuji kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (19/9).

Nusron sebelumnya tercatat sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian DPP Partai Golkar periode 2024-2029. Posisi tersebut berada dalam struktur Fungsi Elektoral 1.

Meski tidak lagi berada dalam struktur kepengurusan, Sarmuji memastikan Nusron masih berstatus sebagai kader Partai Golkar.

Sarmuji juga mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan Nusron memilih meninggalkan jabatan di kepengurusan partai. Ia hanya menduga Nusron ingin berkonsentrasi pada tanggung jawab lainnya.

“Mungkin ingin fokus ke hal lain,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia turut membenarkan bahwa Nusron telah mengundurkan diri dari kepengurusan partai. Menurutnya, keputusan tersebut telah disampaikan beberapa bulan sebelumnya.

Pengunduran Diri Nusron di Tengah Sorotan KPK

Kabar pengunduran diri Nusron dari struktur DPP Golkar muncul ketika dirinya tengah menjadi sorotan terkait perkara dugaan suap pengurusan hak guna bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dalam perkara tersebut dan menetapkan delapan orang sebagai tersangka.

Mereka berasal dari unsur pejabat Kementerian ATR/BPN dan pihak swasta.

Delapan tersangka tersebut yakni Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang ATR/BPN Lampri, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung, Presiden Direktur PT Summarecon Agung Adrianto Pitojo Adhi, serta pihak swasta Fahd El Fouz, Arif Sugiyanto, Rizal Pahlevi, Erwin, dan Muhammad Fakhry.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *