Prabowo ‘Benci’ Pakar, Kembali Viral Anies Baswedan Mengulas Buku Berjudul ‘Matinya Kepakaran’

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali menarik perhatian publik lewat program ulasan bukunya bertajuk AniesBacaBuku.
Video tersebut kembali viral setelah presiden Prabowo merendahkan pakar bahkan mengumpat para pakar yang mengkritik pemerintahannya dengan sebutan goblok.
Dalam video yang diunggahnya di Youtube setahun yang lalu, mantan calon presiden tersebut membedah karya akademisi ilmu politik Tom Nichols yang berjudul The Death of Expertise (Matinya Kepakaran).
Anies menyoroti fenomena maraknya “profesor dadakan” atau pakar buatan di media sosial yang sering kali meremehkan sains, ilmu pengetahuan, serta pandangan para ahli yang sudah teruji.
Fenomena penolakan terhadap kepakaran ini dinilainya bukan lagi sekadar skeptisisme yang sehat, melainkan sudah mengarah pada penolakan total terhadap sains yang terbukti.
Fenomena Dunning-Kruger Effect dan Medsos
Dalam penjelasannya, Anies memaparkan konsep psikologis Dunning-Kruger Effect yang dibahas dalam buku tersebut. Konsep ini menjelaskan bagaimana seseorang dengan tingkat kemampuan atau pengetahuan yang rendah cenderung menilai tinggi (overestimate) kapasitas dirinya.
“Bayangkan seseorang yang baru belajar main catur selama seminggu. Saking senangnya, merasa sudah pakar dan seakan-akan bisa mengalahkan seorang Grandmaster. Ini terlihat lucu kalau di papan catur, tapi menjadi persoalan serius saat terjadi dalam urusan kemasyarakatan,” ujar Anies.
Menurutnya, ledakan informasi melalui media sosial membuat siapa saja dapat menyebarkan opini tanpa dasar ilmu. Akibatnya, suara para ahli yang berbasis data sering kali tenggelam dalam lautan opini publik yang riuh.
Selain itu, Anies mengulas kritik Tom Nichols terhadap dunia pendidikan tinggi modern yang mulai bergeser ke arah komersialisasi. Menurutnya, ketika institusi pendidikan memperlakukan mahasiswa sebagai konsumen, prioritas kerap bergeser dari kualitas keilmuan menjadi sekadar kepuasan pelanggan. Hal ini berisiko melahirkan lulusan dengan tingkat percaya diri tinggi, tetapi minim kompetensi.
Ancaman bagi Demokrasi dan Pembelajaran Masa Pandemi
Anies menegaskan bahwa matinya kepakaran merupakan ancaman nyata bagi keberlangsungan demokrasi. Demokrasi yang sehat membutuhkan warga negara yang terinformasi dengan baik (informed citizens) serta kebijakan publik yang berbasis bukti ilmiah.
Ia merefleksikan pengalamannya saat memimpin DKI Jakarta di masa pandemi COVID-19. Menurut Anies, situasi krisis seperti pandemi menjadi ujian nyata bagi pengambil kebijakan dalam menentukan apakah mereka mau merujuk pada pandangan pakar epidemiologi atau sekadar mengejar popularitas semata.
Source link
