News

Gibran Minta Maaf ke Korban Keracunan MBG di Karo, Hensat Malah Bandingkan Dengan Sikap Prabowo



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendatangi sejumlah siswa yang menjalani perawatan setelah diduga mengalami keracunan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Gibran mengunjungi korban di Rumah Sakit Efarina Etaham dan Rumah Sakit Umum Amanda Berastagi, Jumat, 11 September 2026. Dalam pertemuan dengan pasien dan keluarga, Gibran menyampaikan permintaan maaf atas nama pemerintah sekaligus memastikan penanganan medis para korban menjadi tanggung jawab negara.

“Atas nama pemerintah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” kata Gibran.

Gibran mengatakan pemerintah akan memenuhi kebutuhan pasien selama menjalani perawatan, termasuk biaya pengobatan, obat-obatan hingga kebutuhan penanganan lanjutan.

Ia juga membuka opsi rujukan ke rumah sakit di Medan maupun Jakarta apabila kondisi pasien membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Namun, keputusan rujukan tetap memperhatikan persetujuan orang tua.

“Tadi saya datangi satu-satu Bapak, Ibu, semuanya. Keluhannya apa, butuh obat apa, atau butuh rujukan ke Jakarta atau Medan, sedang kami penuhi semua sesuai izin dari orang tua,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumatera Utara yang dikutip ANTARA, sebanyak 361 siswa dari SMA Negeri 1 Berastagi serta SMA dan SMK Swasta Bersama di Kabupaten Karo diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap menu MBG pada 13 Agustus 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Gibran juga meminta agar persoalan pelaksanaan MBG dievaluasi. Menurut dia, evaluasi tengah dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Semua keluhan serta masukan Bapak Ibu akan saya sampaikan kepada pimpinan tertinggi untuk mendapat tindak lanjut,” kata dia.

Gibran menegaskan pemerintah ingin memastikan kondisi anak-anak yang terdampak kembali pulih sehingga mereka dapat bersekolah dan beraktivitas seperti biasa.

“Kami pastikan anak-anak bisa sehat dan bersekolah kembali,” tuturnya.

Ia juga meminta orang tua tidak memaksakan anak kembali ke sekolah apabila kondisi kesehatan belum sepenuhnya pulih. Gibran menyarankan orang tua menyiapkan makanan dari rumah selama masa pemulihan.

“Jangan dipaksakan masuk kalau sebelum fit total ya, Pak, ya. Dan saya titip anaknya mungkin bawa bekal dari rumah saja. Bawa bekal yang dimasak ibunya masing-masing,” ujar Gibran.

Kunjungan tersebut kemudian mendapat sorotan dari pengamat politik sekaligus Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio atau Hensat.

Hensat menilai kedatangan Gibran secara langsung menemui korban dan menyampaikan permintaan maaf dapat dilihat bukan hanya dari sisi kemanusiaan, tetapi juga sebagai langkah politik.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *