News

Antrean BBM di Gowa Kian Panjang, Polisi Ungkap Pasokan ke SPBU Dipangkas 50 Persen



PORTALUTAMA.NET, GOWA — Kelangkaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax di Kabupaten Gowa tak hanya memicu antrean panjang.

Polresta Gowa menemukan adanya pengurangan pasokan yang diterima sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Temuan itu terungkap saat Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polresta Gowa melakukan pemantauan di 6 SPBU wilayah Kecamatan Somba Opu.

Pesanan 16 KL, Dikirim 8 KL

Aipda Nur Reski A. Yusuf, SH dari Unit Tipidter Polresta Gowa menyebut, pengurangan pasokan menjadi salah satu temuan utama dalam pemantauan distribusi BBM.

“Dari keterangan para penanggung jawab SPBU, ada pengurangan dari beberapa SPBU. Ada satu, dua, tiga SPBU yang meminta 16 KL, yang datang sebenarnya hanya 8 KL,” kata Nur Reski, Jumat (12/9/2026).

Hal serupa diakui Pengawas SPBU 74.901.05 di Jalan Agus Salim, Kelurahan Bonto-Bontoa, Irwan. Ia mengaku persoalan kekurangan stok sudah dirasakan 2-3 pekan terakhir.

“Kalau saya kemarin pesan 16 KL, cuma dikirim 8 KL. Pengurangan,” ujarnya.

Akibatnya, stok di SPBU lebih cepat habis. Bahkan jadwal kedatangan pasokan berikutnya tidak pasti.

“Nggak tentu biasa, Pak. Biasa paling lama itu subuh, jam tiga baru ada lagi,” kata Irwan.

Kondisi serupa juga terjadi pada Pertamax yang beberapa pekan terakhir ikut mengalami kekosongan.

Panic Buying Picu Antrean Berjam-jam

Di sisi lain, pembelian masyarakat justru meningkat. Kondisi itu membuat stok lebih cepat terkuras dan memicu antrean kendaraan hingga berjam-jam.

“Pantauan ada beberapa antrean. Di mana masyarakat saya lihat daya belinya meningkat di beberapa SPBU. Adanya juga mungkin panic buying,” ujar Nur Reski.

Antrean panjang terlihat di SPBU 74.901.05 Jalan Agus Salim. Saat dipantau, stok Pertalite dan Pertamax di SPBU tersebut dilaporkan telah habis.

Kelangkaan itu langsung dirasakan warga. Sunarti, salah seorang warga mengaku harus berpindah-pindah SPBU hingga ke penjual eceran untuk mencari BBM.

“Mulai dari penjual bensin eceran sampai ke SPBU, stok Pertalite dan Pertamax kosong. Saya sampai kesulitan mencari BBM,” keluhnya.

Bahkan anaknya terpaksa tidak masuk sekolah karena motor yang biasa dipakai kehabisan bensin.
“Terpaksa anak saya tidak masuk mi sekolah. Bagaimana tidak, ini motor sudah tidak bisa menyala, habis bensinnya,” ujarnya.

Antisipasi Pelangsiran

Polresta Gowa menyebut pemantauan tidak hanya untuk memastikan ketersediaan BBM, tetapi juga mengantisipasi pelangsiran dan penimbunan.

“Kami lakukan penindakan bilamana ada kami temukan mobil-mobil yang melansir atau kendaraan yang sudah diidentifikasi,” tegas Nur Reski.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan. Sebab lonjakan pembelian secara bersamaan dapat membuat stok semakin cepat habis dan memperpanjang antrean.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *