News

Sherly Tjoanda Bilang Pemimpin Harus Turun Langsung, Jangan Andalkan Laporan ABS, Kader PSI: Blusukan Jokowi Jadi Contoh Fundamental



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan pentingnya seorang pemimpin turun langsung ke lapangan dan tidak hanya mengandalkan laporan asal bapak senang (ABS).

Hal tersebut disampaikan Sherly sebagai dorongan terhadap gaya kepemimpinan yang tidak hanya membaca laporan di atas meja, tetapi juga melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan.

“Jangan hanya membaca laporan tentang rakyat. Turunlah dan lihat sendiri bagaimana mereka hidup,” ujar Sherly, dikutip Fajar.co.id, Senin (7/9/2026).

Menurut Sherly, dalam sejumlah peristiwa, laporan yang diterima pimpinan tidak sedikit yang berbeda dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Karena kenyataan di lapangan sering kali berbeda dengan angka di atas meja,” tegasnya.

Kader PSI: Blusukan Jokowi Sangat Fundamental

Menanggapi pernyataan Sherly, kader PSI Deddy Nur Palakka menyebut metode blusukan yang dilakukan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) merupakan hal yang sangat fundamental dalam kepemimpinan.

“Dari sinilah metode blusukan Jokowi menjadi sangat fundamental, karena pemimpin yang dapat laporan tidak langsung percaya sampai dia sendiri yang periksa apa yang terjadi di lapangan,” ucap Deddy dalam cuitannya.

Menurut Deddy, pemimpin yang tidak langsung percaya pada laporan sebelum mengecek sendiri kondisi di lapangan biasanya lebih efektif dan efisien dalam mengeksekusi kebijakan.

“Pemimpin seperti ini biasanya sangat efektif dan efisien dalam mengeksekusi suatu kebijakan,” tukasnya.

Deddy juga menilai Sherly Tjoanda merupakan salah satu kandidat pemimpin nasional yang dibutuhkan Indonesia ke depan.

“Bu Sherly Tjoanda menurut saya adalah salah satu kandidat pemimpin nasional yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia ke depan,” tandasnya.

Ia juga membandingkan blusukan yang dilakukan secara otentik dengan gaya yang menurutnya hanya berupa pencitraan.

“Blusukan harus real, kalau palsu atau sekadar pencitraan macam gaya Anies jelas akan dirasakan langsung oleh rakyat. Tapi kalau real dan benar-benar menjadi bagian dari identitas diri resonansinya juga jelas beda. Jokowi bisa sangat mengakar karena dia otentik,” kuncinya.

Prabowo Terima Laporan Statistik

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dirinya menerima laporan statistik mengenai capaian Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan 1.079 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo awalnya membahas jumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengalami gangguan kesehatan.

Ia menyebut sekitar 28 ribu penerima manfaat dilaporkan mengalami gangguan, seperti keracunan atau sakit perut.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *