News

Di Tengah Rentetan Kasus Keracunan MBG, Kutipan Kontroversial Gibran Mendadak Viral, Loyalis Jokowi Ungkap Fakta Sebenarnya



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Kasus dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjadi perhatian publik. Bersamaan dengan munculnya laporan korban di sejumlah daerah, beredar pula narasi di media sosial yang mengatasnamakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan pernyataan, “saya gak tahu karena bukan saya yang masak”.

Narasi tersebut kemudian mendapat bantahan dari loyalis Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Dede Budhyarto. Ia mempertanyakan keaslian kutipan yang dikaitkan dengan Gibran dan menyebutnya sebagai meme atau kutipan hoaks yang telah beredar sejak beberapa bulan lalu.

“Narasi ‘Gibran bilang ‘saya gak tau karena bukan saya yang masak’’ soal keracunan MBG adalah meme/quote HOAKS yg serentak beredar sejak April 2026,” tulis Dede di akun X, dikutip Minggu (6/9/2026).

Dede turut mencantumkan sejumlah akun di platform X yang menurutnya ikut menyebarkan narasi serupa. Ia menilai potongan kalimat tersebut kemudian berkembang di media sosial dan dikaitkan dengan sikap Gibran saat persoalan keracunan MBG menjadi sorotan.

Menurut Dede, masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Narasi dalam bentuk meme maupun kutipan pendek dinilai mudah menyebar dan berpotensi dipahami tanpa konteks maupun sumber pernyataan yang jelas.

Perdebatan mengenai kutipan tersebut muncul ketika kasus dugaan keracunan MBG memang tengah menjadi perhatian di berbagai daerah. Secara keseluruhan, ribuan orang dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu MBG dalam rentang Selasa (1/9) hingga Kamis (3/9).

Kasus dengan jumlah korban besar salah satunya terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur. Sebanyak 730 orang terdampak dalam kejadian yang melibatkan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.

Laporan serupa juga muncul di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Sebanyak 276 orang diduga mengalami keracunan setelah menyantap MBG. Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari murid SD, SMP, SMA hingga guru.

Di Bener Meriah, Aceh, dugaan keracunan MBG juga membuat 16 orang harus mendapat penanganan di Puskesmas Lampahan. Mereka terdiri atas 15 siswa sekolah dasar dan seorang kepala sekolah.

Sementara itu, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, turut mencatat kasus dengan jumlah korban yang cukup besar. Sebanyak 777 murid dan guru SMA Negeri 1 Lasem diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG.

Gejala yang dialami para korban dilaporkan mulai muncul pada Rabu (2/9) malam hingga Kamis (3/9) pagi. Keluhan yang muncul antara lain mual, muntah, nyeri perut dan diare.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *