Karhutla Kalimantan Tembus Malaysia-Filipina, Ekonom UI: ASEAN Akan Intervensi Prabowo

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan kembali menjadi sorotan setelah kabut asap dilaporkan berdampak hingga ke sejumlah negara tetangga, termasuk Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina.
Persoalan tersebut mulai mendapat perhatian di tingkat regional setelah Malaysia dan Brunei Darussalam sepakat membawa isu polusi kabut asap lintas batas ke dalam mekanisme ASEAN.
Ekonom Universitas Indonesia (UI), Berly Martawardaya, turut merespons perkembangan tersebut. Ia menyinggung pemberitaan BBC mengenai karhutla di Kalimantan serta langkah Malaysia dan Brunei yang memilih menggunakan mekanisme ASEAN.
Karhutla Kalimantan Masuk Radar Internasional
Berly menyesalkan persoalan karhutla di Kalimantan kini menjadi perhatian media internasional.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak lagi sekadar menjadi isu domestik Indonesia karena dampak kabut asap disebut telah meluas hingga ke sejumlah negara di kawasan.
Berly juga menyinggung kesepakatan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah untuk membahas persoalan kebakaran hutan melalui mekanisme ASEAN.
“Tindak lanjut versi pendek dan formal. PM Anwar Ibrahim dan Sultan Bolkiah sepakat akan bahas kebakaran hutan melalui mekanisme ASEAN,” ujar Berly, dikutip Fajar.co.id, Jumat (4/9/2026).
Kesepakatan tersebut disebut dicapai saat Anwar melakukan kunjungan ke Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, pada 22 Agustus 2026.
Pertemuan itu merupakan bagian dari konsultasi tahunan antara Malaysia dan Brunei. Salah satu isu yang dibahas adalah persoalan kabut asap lintas batas yang berulang akibat kebakaran hutan dan lahan.
Anwar Sebut Mekanisme ASEAN Pilihan Terbaik
Anwar Ibrahim disebut menyatakan Malaysia dan Brunei sepakat menggunakan mekanisme ASEAN untuk menangani persoalan polusi kabut asap lintas batas.
“Kami berdua sepakat untuk menggunakan mekanisme ASEAN sebagai pilihan terbaik,” kata Berly mengutip pernyataan Anwar.
Berly juga menyebut Anwar telah meminta Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan untuk menangani persoalan tersebut.
“Kami telah meminta (Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan) untuk menangani masalah ini,” ujarnya.
Berly kemudian mengaitkan langkah Malaysia dan Brunei membawa persoalan kabut asap ke mekanisme ASEAN dengan kemungkinan adanya keterlibatan regional yang lebih jauh.
“Tindak lanjut versi sangat pendek dan ala milenial, ASEAN will organize group intervention on Presiden Prabowo,” tandasnya.
(Muhsin/Fajar)
Source link
