News

Minta UIN Alauddin Tak DO Maba yang Tolak Militer Masuk Kampus, Aktivis HAM: Itu Menunjukkan Watak Militeristik



PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Ancaman Drop Out (DO) terhadap sejumlah mahasiswa baru (maba) UIN Alauddin Makassar yang menolak militerisme dianggap menunjukkan watak militeristik.

“Itu sudah menunjukkan watak militeristik kampus,” kata aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Ian Hidayat Anwar kepada fajar.co.id, Rabu (2/9/2026).

Staf Bidang Hak Sipil dan Politik LBH Makassar tersebut mengatakan, ancaman tersebut berpotensi melanggar HAM. Terutama hak sipil dan politik.

“Ancaman DO juga adalah potensi pelanggaran hak sipil dan politik terhadap mahasiswa,” ujarnya.

Dia menyayangkan ancaman tersebut. Ian menyebut ancaman itu bisa dilihat sebagai kemunduran pendidikan tinggi.

“Ini akan menjadi tanda kemunduran untuk pendidikan tingkat tinggi. Sungguh sangat disayangkan,” terangnya.

Militer Masuk Kampus

Ian mengatakan militer masuk kampus tidak hanya terjadi saat Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Alauddin Makassar. Di kegiatan serupa, di Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Negeri Makassar juga demikian.

“Di Makassar, ini kejadian berulang. Militer masuk kampus itu sebenarnya sudah sangat jauh dan kontradiktif,” kata Ian.

Ian menjelaskan, watak kampus sebagai perguruan tinggi bertentangan dengan militerisme.

“Dalam UU Perguruan Tinggi, kampus berlandaskan asas pendidikan demokratis,” ujarnya.

Karenanya, ketika militerisme dipaksa masuk kampus, Ian mengaku bingung.

“Jika mendorong militerisme di kampus, hal tersebut jelas bertentangan dengan asas perguruan tinggi. Bagaimana bisa kampus menjadi demokratis dengan doktrin militeristik?” imbuhnya.

Di sisi lain, Ian menyoroti kampus yang membuka diri.

“Institusi pendidikan tinggi tidak seharusnya memfasilitasi agenda militerisme,” terang Ian.

Maba UIN Alauddin Makassar Terancam DO

Hal tersebut bermula saat PBAK UIN Alauddin Makassar 2026. Berlangsung di Masjid Agung Sultan Alauddin, Kampus II UIN Alauddin Makassar, Samata, Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (1/9/2026).

Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko dalam kegiatan tersebut dijadwalkan hadir.

Saat baru tiba di lokasi, sejumlah maba terdiri dari 10-15 orang menunjukkan kertas bertulis “Tolak Militer Masuk Kampus”.

“Hanya sekitar 30 detik, satpam langsung masuk dorong mahasiswa 10-15 orang untuk duduk,” kata Takdir (bukan nama sebenarnya), yang menyaksikan peristiwa tersebut.

Setelahnya, kata Takdir, sejumlah pimpinan kampus datang mengerumuni. Mahasiswa yang terlibat satu per satu ditarik.

Mereka diancam DO jika tak memberi tahu siapa yang memerintahkan mereka melaksanakan aksi tersebut.

“Saat mereka dipanggil satu-satu. Narasi DO terlontar. Mereka akan diberikan sanksi katanya,” ujar Takdir.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *