News

Yusuf Dumdum: Gara-gara yang Rp80 Juta, Nasib Bank Bisa Hancur



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Polemik rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Mas Botok, terus menjadi sorotan publik.

Pegiat media sosial Yusuf Dumdum menilai pembatasan transaksi terhadap rekening yang menampung dana sekitar Rp80 juta tersebut berpotensi menimbulkan dampak lebih luas.

Yusuf bahkan mengingatkan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi sentimen negatif terhadap industri perbankan, khususnya bank pelat merah.

Nasib Bank Gara-gara Rp80 Juta

Yusuf menilai persoalan tersebut tidak bisa hanya dilihat dari nominal dana yang berada di dalam rekening.

Ia mengingatkan, keputusan yang dinilai gegabah dapat menimbulkan konsekuensi di luar persoalan rekening yang sedang ditangani.

“Gara-gara uang tersimpan cuma 80 juta nasib bank bisa hancur!” ujar Yusuf, dikutip fajar.co.id, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, polemik tersebut berpotensi memengaruhi persepsi publik terhadap bank yang bersangkutan.

Karena itu, Yusuf meminta pemerintah maupun aparat yang menangani perkara tersebut mempertimbangkan dampak dari setiap keputusan yang diambil.

Saham Bank Ikut Disorot

Yusuf juga menyinggung pergerakan saham perbankan setelah polemik rekening tersebut mencuat.

Ia mengklaim bukan hanya saham Bank Mandiri yang mengalami penurunan, tetapi sejumlah bank lainnya, terutama bank pelat merah, turut terdampak.

“Jangan karena tindakan gegabah penguasa lantas nasib bank plat merah jadi hancur,” tutur Yusuf.

“Saya sebelumnya sudah mengingatkan. Dampak pemblokiran bisa meluas dan mengakibatkan saham bank jadi anjlok,” tambahnya.

Yusuf juga menyinggung langkah aparat yang disebut hanya melakukan pembatasan transaksi dalam jangka waktu lima hari.

Menurutnya, meski pembatasan tersebut berlangsung dalam waktu terbatas, kebijakan itu tetap dapat menimbulkan efek lanjutan terhadap persepsi masyarakat dan pasar.

“Sekarang terbukti. Bukan hanya saham Mandiri yang anjlok, namun bank-bank lain juga terdampak, khususnya bank plat merah,” tandasnya.

Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan tanpa menimbulkan kegaduhan baru yang berpotensi merugikan masyarakat maupun sektor perbankan.

Lebih jauh, Yusuf meminta agar kewenangan negara digunakan secara proporsional dan berdasarkan aturan yang berlaku.

“Meskipun polisi cuma meminta pembatasan transaksi hanya lima hari, namun efeknya bisa ke mana-mana. Kekuasaan harus digunakan seadil-adilnya, bukan semaunya. Semoga semua berakhir aman,” kuncinya.

Rekening Supriyono Dibatasi

Sebelumnya, aksi penyampaian pendapat di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, yang digelar Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) diwarnai insiden mengejutkan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *