Setelah Pertanyaan Menjengkelkan Soal Ijazah, Jokowi Kembali Ditanya Kapan Mau Datang ke NTT

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah menyebut mantan Presiden Joko Widodo saat ini harus menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang bisa membuat jengkel.
Pertanyaan-pertanyaan yang disebut Chusnul menjengkelkan ini hampir sama dengan situasi isu ijazah palsu yang terus bergulir.
Lewat unggahan di akun media sosial X pribadinya, Chusnul Chotimah menyindir soal situasi dan pertanyaan yang disebutnya bakal membuat jengkel Jokowi.
“Pertanyaannya yg dulu menjengkelkan, kapan tunjukkan ijazah asli mu pak?,” tulis Chusnul, dikutip Selasa (18/8/2026).
Setelah pertanyaan menjengkelkan itu, pertanyaan baru untuk Jokowi kini kembali hadir.
Pertanyaan yang dimaksudnya ini soal kapan Jokowi datang langsung ke Nusa Tenggara Timur (NTT) yang baru saja dilanda bencana alam, Gempa Bumi.
Ini jadi pertanyaan di masyarakat karena beberapa waktu lalu, Jokowi baru saja dinobatkan sebagai Raja Timor.
“Pertanyaan yg skrng menjengkelkan, kapan ke NTT pak?,” ungkapnya.
Dilantik Jadi Sesepuh Raja Timur
Sebelumnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) resmi menyandang gelar Sesepuh Raja-Raja Timor setelah dinobatkan oleh delapan raja yang memiliki wilayah kerajaan di Pulau Timor.
Prosesi penobatan berlangsung di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (1/8/2026) kemarin.
Penobatan digelar dalam rangkaian Karnaval Gajah di kawasan Pantai Lahi Lai Besi Kopan (LLBK), Kota Kupang.
Raja Amanatun, Jonathan Banunaek, mengatakan penobatan tersebut dilakukan langsung oleh delapan raja yang memiliki wilayah kerajaan di Pulau Timor.
“Satu Raja Amarasi tidak hadir, yang delapan hadir semua. Jadi penobatan itu dari delapan raja dan bukan raja-rajaan, raja yang punya wilayah kerajaan,” ujar Jonathan.
Jonathan merinci delapan raja yang hadir yakni Raja Wewiku-Wehal, Raja Amanatun, Raja Amanuban, Raja Mollo, Raja Biboki, Raja Bikomi Nilulat, Raja Amfoang, dan Raja Nisnoni.
“Satu Raja Kerajaan Amarasi tidak hadir,” jelasnya.
(Erfyansyah/Fajar)
Source link
