Nilai Positif Program MYP Pemprov Sulsel, Disebut Bisa Jadi Model ke Depan tapi Harus Selektif

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Program Multi Years Project (MYP) 2025–2027 yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati mendapat respons positif.
Program tersebut dinilai mampu mengubah pola pembangunan infrastruktur menjadi lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Koordinator Harian Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel, Mizar Roem, di Makassar, Senin (10/8/2026).
Mizar mengatakan pembangunan infrastruktur strategis membutuhkan perencanaan yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan dalam satu tahun anggaran. Menurutnya, kesinambungan program hingga pekerjaan benar-benar tuntas dan memberikan manfaat kepada masyarakat juga harus menjadi perhatian.
“Banggar tentu melihat dari sisi kemampuan fiskal dan kesinambungan anggaran. Tetapi fungsi DPRD bukan berhenti pada saat anggaran disepakati, pelaksanaan MYP terus kita kawal,” kata Mizar.
Politikus Partai NasDem itu menilai pola pembangunan secara parsial setiap tahun memiliki tantangan tersendiri.
Terlebih, proyek yang membutuhkan waktu pengerjaan cukup panjang harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran pada masing-masing tahun.
Melalui skema MYP, pemerintah memiliki kerangka pembiayaan yang lebih jelas sehingga pekerjaan strategis dapat direncanakan sejak awal. Hal itu mencakup target, tahapan pekerjaan, hingga kebutuhan anggaran.
Meski demikian, Mizar menegaskan tidak semua proyek harus menggunakan skema multiyears.
Menurutnya, MYP idealnya diterapkan pada proyek yang memiliki nilai strategis, membutuhkan waktu pengerjaan lebih dari satu tahun, serta memberikan dampak besar terhadap konektivitas dan pelayanan publik.
“Ke depan bisa menjadi model, tetapi tentu harus selektif. Proyek yang memang strategis dan membutuhkan waktu pengerjaan lebih panjang bisa dirancang dengan skema multiyears. Yang paling penting adalah perencanaannya matang, pengawasannya berjalan, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Nilai Positif Program MYP
Mizar melihat terdapat perubahan signifikan dalam pola pembangunan infrastruktur melalui skema MYP dibandingkan pembangunan yang dilakukan secara parsial setiap tahun.
Salah satu perubahan yang paling terasa, kata dia, adalah meningkatnya kepastian terhadap arah pembangunan.
“Serapan anggaran itu penting, tetapi bukan satu-satunya ukuran. Yang paling penting adalah output dan manfaatnya. Masyarakat juga punya hak untuk mengetahui sejauh mana pembangunan berjalan,” paparnya.
Ia juga mengingatkan pemerintah agar memperhatikan aspek pemeliharaan setelah proyek selesai. Menurutnya, infrastruktur yang telah dibangun tetap membutuhkan dukungan anggaran untuk pemeliharaan, baik ketika mengalami kerusakan ringan, sedang, maupun berat.
“Begitu pun setelah pekerjaan selesai, harus ada anggaran pemeliharaan, apakah infrastruktur tersebut rusak ringan, sedang, ataupun rusak berat,” lanjutnya.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Sulsel itu menegaskan pendekatan tersebut penting bagi Sulsel yang memiliki wilayah luas dan membutuhkan konektivitas infrastruktur antardaerah untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Pembangunan jalan, irigasi, hingga fasilitas kesehatan, kata Mizar, tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga berkaitan dengan mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, pelayanan dasar, dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kalau infrastrukturnya selesai dengan baik dan tepat waktu, dampaknya akan dirasakan masyarakat secara langsung. Jalan yang semakin baik memperlancar mobilitas, irigasi mendukung pertanian, dan fasilitas kesehatan meningkatkan pelayanan masyarakat,” pungkas Mizar.
(Erfyansyah/Fajar)
Source link
