Bersuara soal Beras Mahal di Depan Menteri, Adriano Padama dari Alor Dapat Hadiah Beasiswa Kuliah ke Inggris

PORTALUTAMA.NET, SEMARANG — Perjalanan Adriano Jeconia Padama, mahasiswa Program Studi S1 Hubungan Internasional (HI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Diponegoro (UNDIP), bersama Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman ke Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), berbuah sejumlah langkah konkret untuk masyarakat.
Empat hari berada di Alor, Adriano yang akrab disapa Dede, kini telah kembali ke kampus. Ia tiba di UNDIP pada Senin sore, 10 Agustus 2026 dan diantar Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Tengah, Sri Muniati, bersama rombongan.
Kedatangannya disambut langsung Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharmono, S.E., M.Si. beserta jajaran pimpinan universitas di Ruang Sidang Rektor, Gedung Widya Puraya.
Dalam pertemuan tersebut, Dede membagikan pengalaman selama mendampingi Menteri Pertanian berkeliling sejumlah wilayah di Alor. Ia juga menyampaikan perkembangan penanganan persoalan harga dan ketersediaan beras yang sebelumnya menjadi perhatian publik setelah dirinya menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Menteri Pertanian.
Menurut Dede, pemerintah langsung mengambil sejumlah langkah untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat Alor terpenuhi.
“Kemarin setelah saya ke Alor bersama Bapak Menteri, pemerintah langsung memberikan penyaluran bantuan pangan alokasi tiga bulan di Alor, sekaligus menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak untuk menekan dan mengendalikan kenaikan harga beras. Selain itu, dua gudang Bulog di Alor kini telah terisi penuh pasokan beras untuk menjamin ketersediaan pangan masyarakat setempat,” ujar Dede.
Tak Hanya Soal Beras
Dede mengatakan, perhatian pemerintah terhadap Alor tidak berhenti pada penanganan persoalan pangan dalam jangka pendek.
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah juga meninjau langsung kondisi pertanian masyarakat, termasuk wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.
Dari hasil peninjauan, pemerintah menyiapkan sejumlah dukungan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat Alor.
“Setelah peninjauan langsung hingga ke desa terpencil, pemerintah juga akan memberikan berbagai bantuan sarana dan prasarana produksi tani, mulai dari traktor roda dua dan roda empat, 20 unit pompa air, hingga rencana pembangunan sumur bor untuk mengatasi kendala irigasi,” jelasnya.
Selain bantuan sarana produksi, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap penyediaan bibit unggul. Bantuan tersebut antara lain berupa bibit padi dan kelapa, serta pengembangan bibit kakao yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas petani lokal.
Source link
