Bukan Cuma Diam, Jokowi Disebut Terus Mengikuti Polemik Ijazahnya

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang melibatkan Roy Suryo Cs ternyata terus mendapat perhatian langsung dari ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka itu.
Ketua Joman Nusantara Bersatu, Andi Azwan, mengungkapkan bahwa Jokowi selama ini mengikuti perkembangan polemik tersebut, termasuk berbagai suara yang muncul di tengah masyarakat.
Dikatakan Andi, Jokowi tidak sekadar mengetahui isu tersebut, tetapi juga aktif memantau perkembangan politik dan perdebatan publik yang berkaitan dengan persoalan ijazahnya.
Andi Azwan: Jokowi Ikuti Program Rakyat Bersuara
Andi mengatakan dirinya sempat terkejut ketika mengetahui seberapa jauh Jokowi mengikuti perkembangan polemik tersebut.
“Beliau itu mengikuti, melihat semua perkembangan seperti apa,” ujar Andi dikutip fajar.co.id, Minggu (9/8/2026).
Ia bahkan menyebut Jokowi mengetahui berbagai perkembangan yang muncul ketika masyarakat menyampaikan pendapat terkait polemik ijazah.
“Ya luar biasa, saya sempat kaget juga waktu saya ketemu beliau, diskusi dia mengikuti ketika di rakyat bersuara. Nonton dia, nonton betul,” ucapnya.
Lanjut Andi, Jokowi juga dikenal senang berdiskusi dan memiliki informasi yang cukup mengenai dinamika politik yang berkembang.
“Dia senang diskusi dan juga dia tahu kok apa perkembangan-perkembangan politik gitu. Karena dia punya data-data juga,” tukasnya.
Andi Tekankan Mantan Pejabat Jangan Kudet
Andi kemudian menilai mantan pejabat publik seharusnya tetap mengikuti perkembangan bangsa dan politik meski sudah tidak lagi berada di dalam pemerintahan.
“Bagus juga kalau setiap penjabat publik kemudian jadi mantan ya itu jangan kudet, kemudian beliau itu bisa memberikan masukan kepada pemerintah sekarang,” sebutnya.
Baginya, pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki mantan pejabat dapat tetap memberikan kontribusi dalam pemerintahan, selama digunakan untuk kepentingan yang positif.
Tidak berhenti di situ, Andi juga menanggapi sikap Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mengajukan keberatan terkait dokumen pendidikan Jokowi yang menjadi bagian dari polemik.
Ketika ditanya mengenai sikap UGM tersebut, Andi kembali mengaitkannya dengan dampak lebih luas apabila dokumen pendidikan para pejabat publik dibuka dan dipersoalkan secara luas.
“Ya, itu lagi yang saya bilang tadi, masalah ketika itu semua diperlihatkan, ini aja di presiden nanti,” jelasnya.
Ia kemudian memberikan perbandingan dengan latar belakang pendidikan para pejabat lainnya.
“Mohon maaf aja, belum tentu semuanya itu mereka kuliah kan. Banyak anggota DPR, mereka itu kejar paket, bukan yang, ataupun kuliah,” tegasnya.
Source link
