News

UGM Lebih Dulu Digitalkan Skripsi Jokowi Dibanding yang Lain, Said Didu: Semua Akan Terbuka



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Mantan Sekertaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, kembali menyorot dan bicara soal isu ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo.

Kali ini yang disorot Said Didu terkait pernyataan menarik yang dilontarkan langsung oleh pihak Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dalam pernyataan itu, pihak UGM menjelaskan alasan skripsi Presiden Joko Widodo telah tersedia dalam bentuk digital.

Bahkan, skripsi milik Jokowi ini lebih dulu atau jadi yang terdepan yang didigitalkan oleh pihak UGM dibanding rekan-rekan seangkatannya.

Ini yang kemudian mengundang komentar dari Said Didu di unggahan akun media sosial X pribadinya.

Said Didu merespon santai terkait pernyataan ini dan tegas mengatakan semuanya akan segera terbuka terkait isu ijazah palsu ini.

“Hahaha – semuanya akan terbuka,” tulis Said Didu dikutip Jumat (7/8/2026).

Sebelumnya, Universitas Gadjah Mada (UGM) menjelaskan alasan skripsi Presiden Joko Widodo telah tersedia dalam bentuk digital.

Sementara untuk skripsi milik rekan-rekan seangkatannya belum dapat diakses secara daring.

Penjelasan tersebut disampaikan dalam klarifikasi yang tayang di akun YouTube UGM pada 22 Agustus 2025 lalu.

Dalam klarifikasinya, Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Ir. Sigit Sunarta, mengakui bahwa skripsi Joko Widodo memang didigitalkan lebih dahulu dibandingkan skripsi lulusan lain pada angkatan yang sama.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kebanggaan institusi karena salah satu alumninya menjadi Presiden Republik Indonesia.

Sigit menjelaskan bahwa proses digitalisasi skripsi di UGM pada dasarnya dilakukan secara bertahap dan berurutan.

Dan dimulai dari angkatan yang lebih baru karena dokumennya telah tersedia dalam bentuk digital atau soft file.

Namun, untuk skripsi Joko Widodo, proses tersebut dilakukan lebih awal. Ia mengatakan keputusan itu diambil ketika Joko Widodo menjabat sebagai presiden dan dijadwalkan mengunjungi Fakultas Kehutanan UGM.

“Kita sebagai sebuah institusi pendidikan yang kebetulan alumninya itu menjadi orang nomor satu di Indonesia tentu punya rasa kebanggaan,” kata Sigit.

Menurutnya, pihak fakultas kemudian mengunggah skripsi Joko Widodo ke Electronic Theses and Dissertations (ETD) sebagai wujud kebanggaan tersebut.

“Nah, pada saat Pak Jokowi menjadi presiden dan kebetulan mau berkunjung ke fakultas waktu itu, kami mewujudkan kebanggaan itu dengan cara meng-upload skripsinya Pak Jokowi itu di ETD. Jadi itu betul-betul merupakan wujud kebanggaan,” ujarnya.

(Erfyansyah/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *