News

Rizal Fadillah Tantang Prabowo: Masih ‘Hamba’ Jokowi atau Sudah Berdiri Sendiri?



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pemerhati Politik dan Kebangsaan, Rizal Fadillah, bicara mengenai dinamika politik nasional belakangan ini menunjukkan persaingan kekuatan politik yang semakin terbuka.

Salah satu yang disentil Rizal ialah hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), yang menurutnya memunculkan sejumlah implikasi politik.

Rizal mengaitkan hasil survei tersebut dengan perkembangan hubungan antarpartai politik serta posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di tengah konstelasi politik nasional.

Bahkan, ia menekankan kondisi saat ini menjadi momentum yang tepat untuk mendorong wacana pemakzulan Gibran.

Hasil Survei SMRC Jadi Acuan

Rizal mengatakan bahwa hasil survei SMRC yang menempatkan elektabilitas PSI di atas ambang batas parlemen, sementara PAN berada di bawahnya.

Baginya, hasil tersebut tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik yang berkembang.

“Permainan politik menunjukkan semakin terbukanya persaingan. Survey Saiful Mujani Reasearch Consulting (SMRC) yang berkualifikasi main-main mengangkat elektabikitas PSI di atas 4 persen dan menurunkan PAN diangka 2 persen,” ujar Rizal kepada fajar.co.id, Minggu (2/8/2026).

Ia juga menyinggung pernyataan Saiful Mujani beberapa waktu lalu yang menurutnya menjadi petunjuk mengenai keberpihakan politik.

“Meski tidak perlu serius ditanggapi oleh kader PAN namun pernyataam Saiful Mujani bulan Maret 2026 tentang perlunya masyarakat melakukan konsolidasi untuk menggulingkan Prabowo, menjadi indikasi di pihak mana ia berada,” tukasnya.

“Ia berada di pihak Jokowi yang telah sukses menipu rakyat dengan kemenangan palsu melalui awalan dari hasil survey-survey Mujani,” sambung dia.

Kaitkan Jokowi, PSI dan Gibran

Rizal kemudian mengaitkan meningkatnya elektabilitas PSI dengan peran Presiden ke-7 RI Jokowi.

Menurutnya, PSI kini menjadi kendaraan politik untuk memperkuat posisi Gibran.

“Kini Jokowi sendiri sedang menunggangi PSI untuk menyukseskan Gibran. Sang Ketum Kaesang memfasilitasi 100 persen,” ucapnya.

Ia melihat bahwa target politik yang dibangun adalah mengantarkan Gibran menuju kontestasi Pilpres 2029.

“Nampaknya sudah kuat tekad bahwa Gibran harus menjadi Presiden pada tahun 2029,” jelasnya.

Bahkan, Rizal menduga ada upaya mencari celah agar Gibran bisa naik lebih cepat.

“Bahkan, ia tengah mencari celah agar dapat naik sebelumnya sebagaimana diksi Mujani konsolidasi menggulingkan Prabowo,” imbuhnya.

Kembali Persoalkan Status Gibran

Rizal juga kembali menyinggung polemik yang mengiringi pencalonan Gibran sebagai wakil presiden pada Pilpres 2024.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *