Said Didu Beberkan 9 Penyebab Penyelundupan Timah Sulit Diberantas, Singgung Pemerintahan Prabowo

PORTALUTAMA.NET – Eks Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu mempertanyakan kemampuan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam melawan mafia timah.
“Apakah rezim @Prabowo bisa berhasil melawan mafia timah?” tulis Said Didu melalui akun X pribadinya, Rabu (22/7/2026).
Said Didu menyatakan penyelundupan timah ilegal sudah berlangsung puluhan tahun dan sulit diberantas. Menurut Presiden @Prabowo, penyelundupan timah sudah mencapai sekitar 80 persen.
Ia menyebut terdapat sedikitnya sembilan penyebab sulitnya memberantas penyelundupan timah, antara lain:
Pertama, harga timah sangat mahal, saat ini sekitar Rp1 juta per kilogram atau sekitar Rp1 miliar per ton.
Kedua, melibatkan hampir semua lapisan, mulai dari aparat penegak hukum, aparat keamanan, aparat pengawas, oknum Bea Cukai, TNI, Polri, Polairud, Lantamal, Bakamla, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga masyarakat umum.
Ketiga, terjadi di wilayah yang sangat luas, meliputi laut, pantai, darat, dan hutan sehingga sulit diawasi.
Keempat, keuntungan dari penyelundupan sangat tinggi, bisa mencapai 60–70 persen dari harga jual karena pelaku tidak membayar royalti, pajak, tidak melakukan reklamasi, tidak memberikan gaji yang layak, serta membeli timah rakyat dengan harga murah.
Kelima, timah sangat mudah diselundupkan karena memiliki berat jenis yang tinggi sehingga volumenya kecil. Setiap liter timah berbobot sekitar 6–7 kilogram, atau setiap meter kubik timah dapat mencapai 5–7 ton dengan nilai sekitar Rp5–7 miliar per meter kubik.
Keenam, penambangan bijih timah sangat mudah dan dapat dilakukan oleh siapa pun tanpa memerlukan teknologi tinggi maupun modal besar.
Ketujuh, penertiban yang dilakukan tidak konsisten dan sering bersifat angin-anginan.
Kedelapan, aparat yang melakukan penertiban secara tegas justru kerap mendapat sanksi, bukan penghargaan.
Terakhir, aparat penegak hukum disebut kerap bermain mata dengan para penyelundup.
“Jika penertiban timah ilegal yang sedang dilakukan oleh Presiden Prabowo melalui Satgas PKH dan Satgas Trisakti gagal, maka akan sangat sulit berharap penyelundupan timah dapat diatasi sampai kapan pun,” tandas Said Didu.
Source link
