News

Kesultanan Gowa, Jejak Kejayaan Maritim dan Perlawanan terhadap VOC



Oleh: Desy Selviana
(Pustakawan)

Kerajaan Gowa merupakan salah satu kerajaan besar dalam sejarah Sulawesi Selatan yang memiliki peran penting dalam perkembangan politik, perdagangan, dan kebudayaan di kawasan timur Nusantara.

Berawal dari komunitas-komunitas lokal, Gowa berkembang menjadi kekuatan maritim dengan jaringan perdagangan yang luas. Perjalanan sejarahnya ditandai oleh penguatan pemerintahan, penyebaran Islam, serta perlawanan terhadap upaya Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), kongsi dagang Belanda, untuk menguasai perdagangan di Nusantara.

Dalam tradisi sejarah Gowa, pembentukan kerajaan berkaitan dengan sembilan komunitas yang dikenal sebagai Bate Salapang atau Sembilan Bendera. Kesembilan komunitas tersebut ialah Tombolo, Lakiung, Parang-Parang, Data, Agangjene, Saumata, Bissei, Sero, dan Kalili. Mereka menjadi bagian dari cikal bakal terbentuknya Kerajaan Gowa.

Tradisi setempat juga mengenal Tumanurung sebagai tokoh penting dalam pembentukan pemerintahan kerajaan. Kisah tersebut menjadi bagian dari warisan sejarah masyarakat Gowa mengenai asal-usul kekuasaan dan terbentuknya tatanan pemerintahan.

Perkembangan penting berlangsung pada masa pemerintahan Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi’ Kallonna, raja Gowa ke-9. Pada masa pemerintahannya, kekuasaan Gowa semakin kuat melalui pembenahan pemerintahan dan perluasan pengaruh.

Hubungan Gowa dengan Kerajaan Tallo juga diperkuat melalui kesepakatan yang dikenal dengan ungkapan rua karaeng na se’re ata, yang bermakna dua raja, satu rakyat. Ungkapan tersebut menggambarkan hubungan politik kedua kerajaan yang kemudian dikenal sebagai Gowa-Tallo atau Kerajaan Makassar.

Pemerintahan juga semakin tertata melalui pengaturan hukum, ketentuan perang, serta pengelolaan pungutan dan kewajiban perdagangan.

Penguatan kerajaan berlanjut pada masa pemerintahan I Manriwagau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipallangga Ulaweng. Ia dikenal karena memperluas wilayah pengaruh Gowa dan memperkuat kemampuan pertahanan kerajaan.

Sejumlah catatan sejarah menyebutkan bahwa pada masa pemerintahannya, Gowa memperluas pengaruh terhadap berbagai kerajaan dan wilayah di Sulawesi Selatan. Pembaruan pemerintahan dan pertahanan turut dilakukan, antara lain melalui penggunaan meriam di benteng, penerapan ukuran dan takaran yang lebih baku, serta pembangunan tembok bata di kawasan pusat kerajaan.

Catatan sejarah juga mengaitkan masa pemerintahannya dengan perkembangan keterampilan masyarakat dalam pembuatan peluru, pengolahan logam, dan pembuatan batu bata.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *