PDIP Semprot Safari Politik Jokowi ke NTT, Relawan Gibran: Tak Perlu Ketakutan!

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Ketua Umum Relawan Militan Gibran Nusantara Andi Azwan menilai kritik sejumlah elite partai politik terhadap agenda safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak perlu dibesar-besarkan.
Menurut Andi, Jokowi saat ini bukan lagi kader maupun petugas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), sehingga aktivitasnya mengunjungi sejumlah daerah sebagai mantan kepala negara tidak semestinya dipandang sebagai ancaman politik.
“Kalau saya melihat apa yang dilakukan oleh elite-elite partai politik, yang paling keras adalah PDIP. Semestinya PDIP tidak terlalu melihat bahwa ini adalah suatu ancaman. Pak Jokowi bukan lagi sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, bukan lagi kader partai ataupun petugas partai. Jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan,” kata Andi dalam keterangannya, dikutip pada Senin (20/7/2026).
Ia menjelaskan rencana kunjungan Jokowi ke sejumlah daerah, termasuk Lampung dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada akhir Juli 2026, merupakan bagian dari silaturahmi dengan masyarakat.
Menurut Andi, kegiatan tersebut merupakan hal yang wajar dilakukan seorang mantan presiden dan tidak perlu dikaitkan dengan dinamika politik yang berkembang.
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira yang juga anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan NTT I menyoroti rencana safari politik Jokowi ke NTT.
Andreas menyebut masyarakat NTT dikenal sangat menghargai dunia pendidikan. Karena itu, menurut dia, polemik mengenai keabsahan ijazah Jokowi sebaiknya diselesaikan terlebih dahulu agar tidak menjadi contoh yang kurang baik bagi masyarakat.
Di sisi lain, pihak relawan menegaskan kunjungan Jokowi merupakan agenda biasa sebagai mantan kepala negara, bukan bagian dari aktivitas politik yang patut dipersoalkan.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PSI Ronald Aristone Sinaga atau Bro Ron mengatakan pihaknya masih mematangkan agenda kunjungan Jokowi ke NTT.
Ia menyebut Jokowi dijadwalkan mengunjungi lebih dari satu lokasi, meski rincian teknis masih terus dibahas.
“Teknisnya masih diatur. Jadi kesepakatan jadwal itu baru keluar semalam makanya saya datang sama beliau konfirmasi masalah teknisnya. Yang pasti lebih dari satu titik,” ujar Ronald.
Menurut Ronald, NTT merupakan salah satu daerah dengan dukungan masyarakat yang kuat terhadap Jokowi. Selain memenuhi undangan dari PSI, kunjungan itu juga dilakukan untuk memenuhi berbagai undangan dari masyarakat.
“Karena di timur sana suaranya Bapak sangat bagus, penggemarnya Bapak sangat bagus dan juga undangan-undangan dari masyarakat banyak sekali. Jadi kita harus pilih mana undangan dari PSI, mana undangan dari masyarakat,” katanya.
Source link
