Cerita Haru Perias Asal Takalar dan Mahasiswi UNM Jadi Jawara MUA Competition Fajar.co.id 2026

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — MUA Competition Fajar.co.id 2026 yang digelar Fajar.co.id bekerja sama dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Kantor Perwakilan III Sulawesi, Maluku, dan Papua tak hanya menghadirkan persaingan kreativitas, tetapi juga menyisakan cerita haru dari para pemenang.
Juara kategori umum berhasil diraih Armadani, perias asal Takalar. Sementara gelar terbaik di kategori pelajar/mahasiswa disabet Athira Alyafarras, mahasiswi Universitas Negeri Makassar (UNM).
Keduanya mengaku tak menyangka mampu keluar sebagai juara setelah melewati persiapan dengan cerita yang berbeda.
Armadani mengungkapkan rasa bangganya usai dinobatkan sebagai juara pertama kategori umum.
“Perasaannya memang lumayan bangga begitu,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Ia mengatakan telah mempersiapkan diri sejak memutuskan mendaftar mengikuti kompetisi. Namun, ia mengaku baru mengetahui informasi lomba tersebut sekitar dua hari sebelum pelaksanaan.
“Karena saya baru tahu ini lomba, jadi dua hari ji kayaknya deh. Sudah biasa juga ikut kompetisi MUA. Saya dari Takalar,” tuturnya.
Model yang mendampinginya, Adinda, juga mengaku baru dihubungi beberapa hari menjelang perlombaan.
“Kalau saya dibooking Kak Dani beberapa hari lalu, bukan jauh-jauh hari, mendekati event,” katanya.
Berbeda dengan Armadani, Athira Alyafarras mengawali perjalanannya di kompetisi dengan rasa gugup. Meski bukan pengalaman pertamanya mengikuti lomba, ia mengaku selalu merasakan tekanan menjelang hari pelaksanaan.
“Sebelumnya perasaan saya sebenarnya kaget, deg-degan juga. Setiap mau lomba itu pasti tiba-tiba sakit,” ujarnya.
Meski demikian, semangatnya untuk mengikuti kompetisi tak surut. Sebelum mendaftar, Athira terlebih dahulu meminta izin kepada kedua orang tuanya.
Ia bahkan sempat ragu karena masih berstatus sebagai pelajar.
“Saya sudah cari baju. Awalnya saya tidak mau ikut karena saya pikir masih pelajar. Tapi akhirnya saya bilang, ya sudah kita coba dulu,” ungkap mahasiswi UNM tersebut.
Bagi Athira, kemenangan bukanlah tujuan utama. Ia mengaku mengikuti kompetisi untuk menambah pengalaman sekaligus mengasah kemampuan.
“Menang kalah itu sudah biasa, karena saya ikut untuk cari pengalaman,” katanya.
Agar tampil maksimal, Athira bersama modelnya menjalani latihan secara intensif, mulai dari teknik makeup hingga penataan rambut.
“Saya sama model latihan dulu, bahkan latihan hairdo dan makeup, karena saya ingin memberikan hasil yang totalitas,” jelasnya.
Kerja keras itu akhirnya berbuah manis. Athira sukses membawa pulang gelar juara pertama kategori pelajar/mahasiswa.
Source link
