Fantastis! Jika 35 Ribu Peserta, Anggaran Pelatihan Kopdes Merah Putih Bisa Sentuh Rp1,6 Triliun

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Program pelatihan bagi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) menjadi perhatian publik setelah muncul klaim mengenai besarnya biaya yang harus disiapkan pemerintah untuk setiap peserta.
Angka yang beredar bahkan memunculkan pertanyaan mengenai sumber pendanaan serta transparansi penganggarannya.
Perhatian publik menguat setelah anggota DPR mengungkap rincian biaya pelatihan yang disebut mencapai Rp45 juta per peserta.
Apabila dikalikan dengan puluhan ribu peserta yang menjadi target pemerintah, total anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mendekati Rp1,6 triliun.
Di sisi lain, hingga saat ini belum ditemukan dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2026 yang dipublikasikan secara terbuka dan secara spesifik mencantumkan pos anggaran pelatihan tersebut.
DPR Ungkap Rincian Biaya Pelatihan
Informasi mengenai struktur biaya pelatihan disampaikan anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin.
Ia menjelaskan bahwa dari total biaya Rp45 juta per peserta, sekitar Rp30 juta dialokasikan untuk latihan dasar kemiliteran, sedangkan Rp15 juta digunakan untuk materi yang berkaitan dengan pengelolaan koperasi.
TB Hasanuddin juga mengusulkan agar komponen latihan dasar kemiliteran dikaji ulang. Menurutnya, penghapusan bagian tersebut berpotensi menghemat anggaran negara hingga lebih dari Rp1 triliun.
Penelusuran terhadap sejumlah dokumen resmi menunjukkan Kementerian Pertahanan memang dilibatkan dalam penyelenggaraan pelatihan dasar kemiliteran bagi calon pengelola Kopdes Merah Putih.
Hal itu tercermin dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Menteri Pertahanan pada Maret 2026.
Pertemuan tersebut dihadiri unsur Kementerian Pertahanan, TNI, Polri, Kementerian Koperasi, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, hingga Kementerian Keuangan.
Agenda rapat membahas implementasi program, termasuk kesiapan regulasi serta dukungan pendanaan.
Meski demikian, dokumen tersebut tidak menjelaskan bahwa pembiayaan pelatihan berasal dari anggaran Kementerian Pertahanan.
Artinya, keterlibatan Kemhan sebagai penyelenggara belum serta-merta menunjukkan kementerian tersebut menjadi pemegang atau pengelola anggaran pelatihan.
Belum Ada Kejelasan Pos Anggaran
Belum ditemukannya pos anggaran yang secara eksplisit memuat pembiayaan pelatihan Kopdes Merah Putih menimbulkan pertanyaan mengenai mekanisme pendanaannya.
Sampai saat ini belum tersedia dokumen resmi yang dipublikasikan pemerintah dan menunjukkan secara rinci sumber anggaran untuk pelaksanaan pelatihan tersebut.
Source link
