News

Kemhan Beri Santunan Rp50 Juta kepada Keluarga Lima Peserta SPPI yang Meninggal saat Latsar



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan memberikan santunan kepada keluarga lima peserta Program Latihan Dasar (Latsar) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih/Kampung Nelayan Merah Putih (KDKMP/KNMP) yang meninggal dunia selama mengikuti pendidikan.

Selain bantuan dana, Kemhan juga menyatakan ikut mendampingi keluarga korban sejak proses penanganan di lokasi kejadian hingga pemakaman sebagai bentuk tanggung jawab penyelenggara.

Kemhan Dampingi Keluarga Korban

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan, mengatakan pendampingan kepada keluarga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menangani setiap insiden yang terjadi selama pelaksanaan program.

Dikatakan Ketut, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa santunan, tetapi juga mencakup proses pemulangan jenazah hingga pemakaman.

“Kami juga membantu proses mulai dari pemakaman. Selain itu, ada santunan yang diberikan langsung kepada keluarga yang bersangkutan, termasuk pendampingan mulai dari lokasi kejadian hingga proses pemakaman sebagai bentuk tanggung jawab dan perhatian kami sebagai penyelenggara, khususnya representasi negara,” ujar Ketut dikutip fajar.co.id Minggu (28/6/2026).

Ketut mengungkapkan besaran santunan yang diberikan kepada masing-masing keluarga korban.

“Kami memberikan santunan sebesar Rp 50 juta,” ungkapnya.

Komitmen Lakukan Evaluasi

Sementara itu, Kepala Biro Informasi Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menegaskan pihaknya akan menjadikan seluruh insiden selama pelaksanaan program sebagai bahan evaluasi.

Ia menyebut Kemhan berkomitmen melakukan perbaikan agar kegiatan serupa dapat berjalan lebih baik ke depan.

“Kami selaku Kementerian Pertahanan senantiasa berharap semua kegiatan dapat berjalan dengan baik. Kami juga memiliki komitmen untuk melaksanakan evaluasi terhadap setiap kejadian maupun insiden yang terjadi sebelumnya,” tambahnya.

Lima Peserta Meninggal Dunia

Pelaksanaan latsarmil belakangan menjadi sorotan setelah lima peserta meninggal dunia saat mengikuti pendidikan di satuan pendidikan (Satdik) yang berbeda.

Kelima peserta tersebut adalah Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, Yonanda Muhammad Taufiq, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Dya Sari.

Anisa Muyassaroh mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan.

Ia mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan satuan dan rumah sakit terdekat.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *