News

Pesan Menyentuh Relawan kepada Mahasiswa: Tolong Jangan Tolak MBG, Ini Masa Depan Anak-anak Kami



PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Di tengah perdebatan mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG), suara dukungan terus datang dari para relawan dapur yang selama ini terlibat langsung dalam pelaksanaannya.

Salah satunya disampaikan Asma (45), warga Parangtambung, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, yang mengaku kecewa melihat masih adanya kelompok mahasiswa yang melakukan aksi penolakan terhadap program tersebut.

Menurut Asma, MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak penerima program, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang sebelumnya kesulitan memperoleh penghasilan tetap.

Akui Kehadiran MBG Membantu Ekonomi Keluarga

Asma mengungkapkan dirinya merasakan perubahan kondisi ekonomi sejak bergabung sebagai relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ia berharap dapur MBG dapat terus beroperasi karena telah membantu banyak keluarga memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Harapanku sekarang semoga ke depannya dapur MBG bisa tetap terbuka seperti kemarin,” ujarnya saat ditemui di sela aksi dukungan MBG di Flyover Makassar, Rabu (24/6/2026).

“Dulu kami susah mendapatkan pekerjaan. Sekarang kami merasa lebih ringan dan tidak lagi terlalu terdesak dengan biaya hidup,” tambahnya.

Dapur MBG Berhenti Sementara Saat Libur Sekolah

Asma menjelaskan, saat ini aktivitas dapur MBG di tempatnya bekerja untuk sementara dihentikan seiring masa libur sekolah.

Meski demikian, ia berharap operasional dapur tetap dapat berjalan ke depan agar para relawan tetap memiliki sumber penghasilan.

“Untuk sementara dapur diberhentikan selama libur sekolah,” tutur Asma.

“Harapannya semoga dapur MBG ini tetap terbuka meskipun sedang libur sekolah,” sambungnya.

Perempuan berusia 45 tahun itu mengaku memiliki tanggung jawab besar terhadap keluarganya.

Selain membiayai kebutuhan anak-anak, ia juga harus membantu memenuhi kebutuhan anggota keluarga lainnya.

“Tanggunganku enam orang, ada ibu, saudara, tiga anak, dan suamiku juga tidak bekerja,” ungkapnya.

Menurut Asma, dirinya menjadi salah satu penopang utama ekonomi keluarga di tengah kondisi suaminya yang belum memiliki pekerjaan tetap.

Sudah Empat Bulan Bekerja di SPPG

Asma mengatakan dirinya telah bekerja sebagai relawan dapur MBG selama empat bulan terakhir.

Dari pekerjaan tersebut, ia memperoleh penghasilan yang menurutnya sangat membantu meringankan kebutuhan rumah tangga.

“Saya sudah empat bulan kerja di SPPG. Dalam sebulan pendapatan kami sekitar Rp2,6 juta. Ini sangat membantu meringankan biaya hidup,” terangnya.

Asma tidak menutupi rasa kecewanya terhadap berbagai aksi penolakan yang diarahkan kepada program MBG.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *