ILeague Ingatkan Sanksi Pengurangan Poin Terkait Isu Perubahan Klub dan Kandang Mendadak

PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Operator kompetisi Super League, I.League memberikan peringatan akan hadirnya regulasi baru.
I.League mulai akan memperlakukan dan memberikan konsekuensi sanksi pengurangan poin bagi klub peserta yang melakukan perubahan nama maupun markas di luar regulasi.
Adapun mulai diberlakukan regulasi ini karena munculnya isu perubahan identitas ini menyoroti Malut United.
Seperti yang diketahui, Malut United dikabarkan akan berganti nama nama menjadi Jateng United FC di Stadion Jatidiri, serta Adhyaksa FC.
Terkait isu seperti ini, ILeague Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, mengonfirmasi bahwa pihaknya belum menerima pengajuan dokumen resmi dari klub terkait meski ada surat tembusan yang masuk.
“Kalau secara spesifik memang kami belum mendapatkan sesuatu yang resmi,” kata Asep Saputra, Direktur Kompetisi I.League.
Dalam penuturan, Asep menambahkan bahwa proses perubahan identitas organisasi merupakan hak setiap anggota PSSI.
Dengan catatan penting seluruh mekanisme harus tetap mematuhi regulasi dan kelayakan infrastruktur yang didaftarkan dalam siklus lisensi hingga Mei lalu.
“Namun, memang ada satu surat yang ditembuskan kepada kami terkait perubahan tersebut,” ungkapnya.
Dan aspek penting seperti perubahan secara mendadak disahkan dapat memengaruhi status kelayakan tim bersangkutan di kasta tertinggi.
“Kalau kita melihat regulasi Super League, salah satu konsekuensinya adalah potensi pengurangan dua poin,” ujarnya.
Saat ini yang jadi pembahasan hangat persoalan dua tim yang akan berlaga di Super League musim depan, Malut United dan Adhyaksa FC.
Ada surat edaran yang menentukan nasib dari kedua tim ini di kompetisi Super League 2026/2027.
Ada 2 surat berbeda dengan kop surat berbeda namun ditandatangani oleh orang yang sama.
Yakni surat pemberitahuan soal pemindahan Malut United yang digeser oleh Adhyaksa FC.
Yang menariknya, dua surat ini diketahui ditanda tangani oleh satu orang yang sama yaitu Dirk Soplanit selaku Direktur Utama serta nama Zainuddin Umasangadji selaku direkur.
Nah, yang membuat rumor ini semakin menarik adalah dua nama dan posisi itu sama-sama berada di perusahaan yang berbeda yakni PT Malut Maju Sejahtera serta PT Komposisi Enam Penjaga.
Isi Surat Malut United
Berdasarkan salinan surat resmi yang beredar pada Jumat (19/6/2026) siang, surat bernomor 25 / MMS- MUtd / VI / 2026 tersebut dikeluarkan oleh PT. Malut Maju Sejahtera selaku badan hukum yang menaungi klub Malut United FC.
Surat yang ditandatangani langsung oleh Direktur Utama Dirk Soplanit dan Direktur Zainuddin Umasangadji tertanggal 17 Juni 2026 itu ditujukan kepada Pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di Jakarta.
Source link
