News

Amran Sulaiman Bela Prabowo soal Rupiah Anjlok: Dampak Positif di Desa Lebih Besar



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meluruskan pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap masyarakat desa.

Amran menegaskan pernyataan Presiden bukan berarti pelemahan rupiah sama sekali tidak berdampak, melainkan pengaruhnya dinilai tidak terlalu besar bagi masyarakat desa, khususnya petani.

Amran Jelaskan Maksud Pernyataan Prabowo

Dikatakan Amran, Presiden Prabowo berbicara dalam konteks makro ekonomi ketika menyampaikan soal nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah.

“Itulah yang dimaksud. Ini kan makro bicaranya Bapak Presiden. Bahwa dolar itu tidak berpengaruh, maksudnya tidak terlalu berpengaruh kan kecil sekali,” ujar Amran dikutip fajar.co.id, Minggu 24 Mei 2026.

Ia menegaskan bahwa Presiden tentu memahami bahwa pelemahan rupiah tetap memiliki dampak terhadap sejumlah komoditas impor.

“Yang dimaksud Bapak Presiden tentu itu ada pengaruhnya. Katakanlah bawang putih ada pengaruhnya ya,” tukasnya.

Amran menjelaskan banyak komoditas pertanian Indonesia justru berorientasi ekspor sehingga nilai tukar dolar yang tinggi dinilai memberikan keuntungan bagi petani dan sektor perkebunan.

“Tetapi berapa komoditas kita ekspor. Komoditas pertanian ini diekspor,” ucap dia.

Ia bahkan mengungkapkan pernah mendapat pertanyaan dari pelaku perkebunan soal momentum krisis karena kondisi tersebut dianggap menguntungkan sektor ekspor.

“Sebagian perkebunan pernah bertanya ke saya, kapan krisis? Karena ini nilainya naik kan? Ekspor ini,” terangnya.

Lanjut Amran, petani akan semakin serius meningkatkan kualitas produksi ketika harga komoditas menguntungkan.

“Tanamannya dipupuk dengan baik, dipelihara dengan baik, hamanya dijaga dengan baik, airnya dijaga dengan baik. Benar gak?” imbuhnya.

Klaim Ekspor Pertanian NaikAmran menyebut sektor pertanian mencatat peningkatan ekspor yang signifikan.

Ia mengaku data tersebut berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Nah hasilnya ini. Ini kesimpulan aja. Ini naik Rp166 triliun, ini ekspor pertanian. Dan ini BPS,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyebut nilai impor mengalami penurunan hingga Rp41 triliun.

“Impornya turun 41 triliun. Aku tanya kalian, inilah yang dimaksud Bapak Presiden bahwa ada dampaknya? Iya,” lanjutnya.

Amran menganggap dampak positif pelemahan rupiah di desa, terutama bagi petani, jauh lebih besar dibanding dampak negatifnya.

“Tetapi dampak positifnya di desa khususnya di desa kan petani kan, dampak positifnya jauh lebih tinggi,” jelasnya.

Ia juga menyinggung soal subsidi pemerintah terhadap BBM dan pupuk yang dinilai membantu masyarakat tetap bertahan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *