Jusuf Kalla Jelaskan Polemik Kata Syahid: Saya Sesuaikan dengan Jamaah di Masjid

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), akhirnya buka suara terkait polemik penggunaan kata syahid dalam ceramahnya di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) saat Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Pernyataan JK itu sebelumnya ramai diperbincangkan publik setelah potongan video ceramahnya viral di media sosial.
Bahkan, ceramah tersebut berujung laporan ke Polda Metro Jaya oleh DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI).
JK Jelaskan Maksud Kata Syahid
Dalam konferensi pers di Jakarta, JK menegaskan penggunaan istilah syahid disesuaikan dengan konteks tempat dirinya menyampaikan ceramah, yakni di lingkungan masjid.
“Saya berada di masjid dan jamaah tidak mengerti martir. Jadi, saya katakan, ya karena hampir sama, syahid dan martir hampir sama. Cuma bedanya caranya,” ujar JK dikutip fajar.co.id, Minggu (19/4/2026).
Ia menegaskan bahwa istilah tersebut dipakai untuk memudahkan jamaah memahami konteks yang sedang dibahas.
JK menjelaskan, saat itu dirinya tengah mengulas konflik bernuansa agama yang pernah terjadi di Indonesia, khususnya di Maluku dan Poso.
Tema tersebut disampaikan karena dirinya mengisi ceramah tentang perdamaian.
Lebih jauh, JK menyebut kedua pihak yang bertikai kala itu sama-sama memiliki keyakinan mengenai kematian dalam membela agama.
Menurutnya, dalam Islam konsep itu dikenal sebagai syahid, sedangkan dalam tradisi Kristen disebut martir.
“Saya ulangi lagi, saya pakai kata syahid, bukan martir karena saya di masjid,” katanya mengingatkan.
Source link
