Ade Armando: Gibran Sejak Awal Gak Kepengen-pengen Banget Jadi Wapres

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Dosen Universitas Indonesia (UI), Ade Armando, menegaskan bahwa sebenarnya Gibran Rakabuming Raka tidak ngebet jadi Wapres, sehingga bukan masalah besar jika dimundurkan dari jabatannya.
Hal ini diungkapkan Armando menanggapi perdebatan panjang isu pemakzulan Wapres Gibran setelah putusan MK keluar beberapa waktu lalu.
“Ini menarik menurut saya. Gibran itu gak terlalu peduli. Gibran itu sejak awal gak kepengen-pengen banget jadi wakil presiden,” ujar Armando, dikutip fajar.co.id, Selasa (27/10/2026).
Armando: Bukan Masalah Jika Gibran Berhenti
Dikatakan Armando, Gibran bisa saja memilih berkonsentrasi membantu adiknya, Kaesang Pangarep, jika benar dimakzulkan.
“Sekarang dibilang berhenti nih. Ya udah gak apa-apa gue berhenti. Saya berhenti saya mundur, akan konsentrasi misalnya untuk bantu adik saya di PSI. Misalnya begitu kan,” tukasnya.
Ia menegaskan bahwa meskipun Gibran tidak terikat pada Partai manapun, tapi kekacauan akan terjadi jika pemakzulan dikabulkan.
“Kedua adalah rakyat akan bersimpati pada Gibran, pada Jokowi. Menzalimi jahat sekali ya orang-orang ini,” imbuhnya.
PSI Berpotensi Samai Demokrat
Mantan kader PSI ini mengatakan bahwa Partai yang saat ini dinakhodai Kaesang itu berpotensi menyamai perolehan suara Demokrat pada 2004 lalu.
Seperti diketahui, melambungnya suara Partai Demokrat akibat polemik antara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati Soekarnoputri merupakan salah satu tonggak sejarah politik paling fenomenal menjelang Pemilu dan Pilpres 2004.
Ketegangan bermula di akhir tahun 2003 saat Megawati menjabat sebagai Presiden dan SBY sebagai Menko Polkam.
Muncul kecurigaan di lingkaran Istana bahwa SBY akan maju dalam Pilpres 2004 menggunakan Partai Demokrat.
Pada 11 Maret 2004, SBY memilih mengundurkan diri dari jabatannya. Narasi sebagai sosok menteri yang dizalimi oleh penguasa langsung terbentuk di mata publik.
“Bayangkan tambahan suara yang akan diperoleh misalnya dalam hal ini PSI, itu menjadi hero kan. (Ingat waktu SBY zaman Megawati) Persis,” jelas Armando.
“Bounce, bukan lagi bounce. Itu loncat kan. Mental ke atas dia itu, bisa jadi PSI kan menjadi seperti Demokrat,” tambahnya.
Armando bilang, pada situasi ini nama Prabowo dan Gerindra akan buruk di mata publik. Apalagi jika pemakzulan terhadap Gibran betul-betul terjadi.
“Dan namanya Prabowo kan jelek, namanya Gerindra akan jelek, siapapun yang berada di belakang upaya memakzulkan Gibran ini akan buruk,” kuncinya.
(Muhsin/fajar)
Source link
