PSI Tegas Katakan Jokowi dan Gibran Siap Hadir jika dapat Panggilan Soal Isu Ijazah

PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi menegaskan soal sikap dari mantan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Sikap yang dimaksud adalah keduanya, baik Joko Widodo atau pun Gibran Rakabuming Raka siap hadir jika mendapatkan panggilan ke pengadilan terkait isu ijazah yang saat ini dihadapi.
Lewat unggahan potongan video diakun X pribadinya, Dedek Prayudi yang jadi pembicara di acara Kompas Petang tegas mengatakan soal sikap ini.
Ia dengan tegas mengatakan soal situasi ini masih bisa diterima. Dan bahkan Gibran dan Jokowi disebutnya siap jika memang mendapatkan panggilan.
“Ya nggak apa-apa kalau memang harus dipanggil kami menyakini Mas Gibran dan pak Jokowi sekalian,” kata Dedek Prayudi dikutip Kamis (22/10).
Lebih jauh, ia mengatakan dua tokoh politik di PSI ini adalah dua orang yang taat dengan hukum mau itu kasus apapun yang melibatkannya.
“Bahwa mereka itu adalah orang yang taat hukum sehingga apabila memang dipanggil atau misalnya di dalam kasus yang lain,” ungkapnya.
Dedek menyebut jika kehadiran dari Jokowi atau pun Gibran memang dibutuhkan mau keduanya disebut siap untuk hadir.
“Kalau memang dibutuhkan kehadiran Pak Jokowi ke Pengadilan, Pak Jokow siap hadir,” terangnya.
“Apalabila Mas Gibran kemudian harus dipanggil untuk kepentingan penegakkan hukum. Mas Gibran juga akan hadir,” jelasnya.
Sebelumnya, salah satu pelapor dugaan pemalsuan dokumen pengajuan surat keterangan (suket) penyetaraan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, D. Samsudin alias Ustaz Raja, diperiksa penyidik di Bareskrim Polri, Kamis (22/10/2026).
Kuasa hukum pelapor, Syamsir Alam, mengatakan kliennya dipanggil Bareskrim untuk memberikan klarifikasi. Syamsir menyebut D. Samsudin dicecar hingga 34 pertanyaan oleh penyidik.
“Tadi saya lihat saat kita menandatangani BAP itu ada 14 (pertanyaan), tetapi A-B-C, A-B-C (bercabang), jadi kalau dalam catatan saya sudah 34 pertanyaan,” kata Syamsir Alam di Bareskrim Polri.
“Cukup banyak sebenarnya. Makanya proses tiga jam-an gitu kita diperiksa.”
Dalam pengakuannya ia mengatakan, dari sekian penggugat ijazah Gibran, dirinya hanya mengenal secara pribadi Bonatua Silalahi.
Selain itu, Syamsir Alam menegaskan kliennya sama sekali tidak memiliki hubungan dengan partai politik. Menurutnya, Samsudin menggugat suket penyetaraan Gibran atas dasar pertimbangan moral.
(Erfyansyah/fajar)
Source link
